akhwat ikut berdemonstrasi

akhwat ikut berdemonstrasi

72
0
SHARE

Pertanyaan :

Aslm.ustaz yang dimuliakan Allah SWT. Ada tiga pertanyaaan yang ingin ana tanyakan yang masih membuat ana bingung.
1.Apa hukumnya akhwat ikut demonstrasi atau aksi. Pernahkah Rasulullah membolehkan akhwat ikut aksi.Bukannya sudah cukup bagi akhwat untuk di rumah dengan taat kepada suami,melaksanakan shalat lima waktu dan berpuasa hingga Allah akan memasukkanya ke dalam surga?
2. apa hukumnya akhwat melakukan orasi di depan khalayak peserta demonstrasi?
3. mana yang harus diikuti oleh akhwat mengikuti murobbi yang memintanya untuk ikut aksi atau orang tuanya yang melarangnya untuk ikut aksi?
afwan sebelumnya.mohon diharap lebih cepat dijawab pertanyaan ini. karena teman-teman ana yang lain juga membutuhkan jawaban ini. Syukron atas jawabannya, semoga bermanfaat dalam membangun kebaikan.

 

Jawaban

Assalamu alaikum wr.wb.
Islam memandang bahwa antara kaum lelaki dan kaum wanita sama-sama memiliki kewajiban untuk beribadah kepada Allah SWT. Oleh karena itu secara umum hukum yang dikenakan kepada kaum lelaki juga dikenakan kepada kaum wanita. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits Rasulullah saw. Bersabda: “Sesungguhnya para wanita itu saudara kandung kaum laki-laki” (HR Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Di sisi yang lain bahwa kaum lelaki tidak sama seratus persen dengan kaum wanita. Allah SWT berfirman: Maka tatkala isteri Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan.”(QS Ali Imran 36). Sehingga menurut pandangan Islam kesetaraan gender tidak dapat diberlakukan seratus persen. Kaum lelaki memiliki spesifikasi sebagaimana juga kaum wanita memilikinya. Jika Allah memiliki sifat Jalal (perkasa) dan Jamal (indah), maka sifat Jalal itu banyak diberikan pada kaum lelaki dibanding kaum wanita. Begitu juga sifat Jamal banyak diberikan kepada kaum wanita ketimbang kaum lelaki.

Demikianlah Allah SWT menciptakan segala sesuatu secara seimbang dan harmonis. Allah SWT. Menciptkan kaum lelaki sebagai qowwam (pemimpin dan pelindung) kaum wanita. Allah SWT. Berfirman, artinya: “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka” (QS An-Nisaa 34). Dan Allah menciptakan kaum wanita yang memberikan sakinah (penyejuk hati) bagi kaum lelaki. Allah SWT berfirman, artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (QS Ar-Ruum 21). Jika keseimbangan dan fitrah ini dilanggar, maka yang terjadi adalah kerusakan-demi kerusakan. Rasulullah saw. Bersabda: “Tidak akan berjaya selama-lamanya suatu kaum yang mengangkat wanita menjadi pemimpin“(HR Bukhari).

Diantara hukum yang memiliki perbedaan antara kaum lelaki dan wanita antara lain sbb: Sholat jamaah di masjid, shalat Jumat, adzan dan iqomah, batas menutup aurat, ziarah qubur, mencari nafkah, jihad dan lain-lain.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY