masuk ORMAS hisbikah itu?

masuk ORMAS hisbikah itu?

88
0
SHARE

Assalamu’alaikum
ana mau tanya kalau masuk suatu ORMAS seperti Muhammadiyah, NU, dll apakah itu dilarang padahal niat masuk hanya untuk membenahi mereka dari paham yang salah. dan apakah saya bisa dikatan golongan hisbi.jazakallah. wassalamu’alaikum

Jawaban

Assalamu alaikum wr. Wb.
Di dalam Alquran memang terdapat sejumlah ayat yang berbicara tentang fenomena kemunculan berbagai kelompok atau golongan yang dilarang oleh Allah.
Allah berfirman;

Janganlah kalian termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah. Yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. (al-Rum: 32-33).

Kemudian mereka (para pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah-pecah menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok bangga dengan apa yang ada pada mereka (al-Mukminun: 53).

Yang dikecam oleh Allah pada ayat-ayat di atas adalah sikap fanatisme terhadap kelompok mereka dan pemimpin mereka sehingga meninggalkan akidah tauhid yang murni dan ajaran Allah yang benar.

Dengan demikian, kita tidak boleh masuk atau berafiliasi ke dalam sebuah kelompok atau golongan yang memiliki pandangan semacam itu. Sementara kalau kita masuk bukan untuk bersikap fanatik, tapi justru untuk memperbaiki kondisi yang salah, hal itu diperbolehkan. Bahkan sangat dianjurkan.

Hanya saja, yang perlu diperhatikan dan menjadi bahan pertimbangan selanjutnya adalah kemampuan dan imunitas kita dalam menghadapi berbagai ujian dalam golongan atau kelompok tersebut. Sebab, tidak jarang ada sejumlah orang yang niat awalnya baik; yakni melakukan perubahan; namun ketika sudah masuk ke dalam organisasi tersebut ia tidak kuat dalam menghadapi pemikiran dan lingkungan buruk di dalamnya. Sehingga bukannya mempengaruhi dan melakukan perbaikan, malah ia yang mendapatkan pengaruh negatif. Di sinilah pentingnya mengukur imunitas dan kekuatan diri sebelum melangkah.

Sebagai kesimpulan,
1. Pada dasarnya kita harus berfiliasi dengan kolompok yang tidak memiliki pandangan fanatik buta dan sektarian.
2. Kalaupun kita berafiliasi dengan kelompok yang demikian dengan niat melakukan perbaikan di dalamnya, maka kita harus mengukur kemampuan dan imunitas kita secara baik.

Akhirnya, banyaklah berdoa kepada Allah agar di manapun kita berada selalu dalam bimbingan-Nya dan bisa memberikan yang terbaik bagi kepentingan umat.

Wallahu a’lam

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY