Menikahi hamba sahaya

Menikahi hamba sahaya

79
0
SHARE

Dalam al-quran terdapat pengakuan bahwa setiap laki-laki berhak menggauli istri-istri dan hamba sahaya, yang menjadi pertanyaan adalah saat ini keberlakuan hamba sahay masih diakui atau tidak?jika tidak mohon alasanya, jika ya mohon jelaskan juga

Jawaban

Assalamu Alaikum wr.wb.
Semoga Allah memberikan hidayah-Nya kepada kita semua.
Saudara Ace, Alquran adalah kitab suci terakhir yang Allah turunkan untuk umat manusia hingga akhir zaman. Dengan demikian, semua hukum dan ketentuannya tetap berlaku selama tidak ada nash lain yang menasakhkan atau membatalkannya.

Namun demikian, untuk memahami petunjuk dan ketentuan Allah tersebut diperlukan pengetahuan yang cermat dan mendalam agar tidak tercebut kepada pemahaman yang sesat dan menyimpang.

Termasuk di antara hukum dan ketentuan Alquran adalah dibolehkannya seorang lelaki untuk menggauli isteri dan hamba sahayanya. Terkait dengan menggauli isteri, tidak ada lagi yang perlu dipertanyakan keabsahannya. Lalu bagaimana dengan hamba sahaya?

Tentu ada sejumlah hikmah penting dalam setiap ketentuan Allah.
Di antaranya sebagaimana yang kita ketahui meskipun perbudakan terhadap wanita tidak lagi ada pada masa sekarang ini. Namun, kemungkinan tersebut masih terbuka hingga akhir zaman. Pasalnya, perang telah terjadi dan akan terus berlangsung hingga akhir zaman. Ketika perang usai, biasanya akan banyak orang yang menjadi tawanan, termasuk di dalamnya para wanita. Seiring dengan itu, para tawanan tersebut biasanya akan diperlakukan sebagai budak.

Fenomena inilah yang telah terjadi di masyarakat abad 6 ketika ajaran Islam turun kepada Rasul saw. dan fenomena ini pula yang mungkin terjadi di masa mendatang. Tentu saja Islam harus bisa memberikan solusi terhadap kondisi semacam itu. Di antaranya adalah izin mengawini budak wanita. Ini bukan saja karena mereka adalah manusia yang mempunyai kebutuhan biologis, tetapi sekaligus sebagai cara untuk membebaskan perbudakan. Sebab, ketika seorang budak perempuan dikawini oleh budak lelaki, ia akan tetap menjadi budak, begitu pula dengan anaknya, selama belum ada yang membebaskan.

Namun, jika ia dinikahi oleh pria merdeka dan memperoleh anak, anak yang lahir tidak lagi sebagai budak. Demikian pula dengan ibunya. Demikianlah mengapa islam membolehkan menikahi budak. Mereka akan mendapatkan hak dan perlakukan yang manusiawi, di samping kebutuhan sandang dan pangannya akan terpenuhi.

Wallahu a’lam

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY