Dokumen Berisi Ayat-Ayat al-Qur’an

Dokumen Berisi Ayat-Ayat al-Qur’an

105
0
SHARE

Dwi

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Jika kita memiliki dokumen (buku, kertas, stiker, dll) yang di dalamnya ada tulisan ayat Al-Qur’an, bagaimana cara memperlakukannya jika dokumen tersebut tidak terpakai lagi? Apakah boleh dibuang seperti layaknya dokumen lain, apakah harus diperlakukan “khusus” sebelum dibuang, ataukah tidak boleh dibuang sama sekali? Pertanyaan selanjutnya, ketika kita sedang membawa dokumen-dokumen yang ada ayat Al-Qur’an, apakah perlakuannya sama dengan perlakuan terhadap mushaf Al-Qur’an (tidak boleh dibawa ke Toilet, misalnya)? Wassalamu ‘alaikum wr. wb.

Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb. Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d.

Al-Qur’an adalah kitab suci yang mulia, oleh sebab itu kaum muslimin diperintahkan untuk menjaga kemuliaan dan kehormatannya. Salah satu upaya untuk menjaga hal tersebut adalah menyimpan mushaf Al-Qur’an pada tempat yang layak dan tidak boleh ditempatkan di sembarang tempat, apalagi jika tempat tersebut adalah kotor dan penuh najis. Demikian juga dengan dokumen yang di dalamnya berisikan ayat-ayat suci Al-Qur’an tidak boleh dibawa ke tempat najis seperti WC atau toilet. Kita pun tidak diperbolehkan menggunakan kertas-kertas yang berisikan ayat-ayat Al-Qur’an sebagai alat untuk membungkus sesuatu sebagai bentuk penghormatan terhadap kesucian Al-Qur’an.

Dan jika menemukan kertas yang berisikan ayat-ayat Al-Qur’an seperti dokumen seperti yang saudara tanyakan atau isi mushaf Al-Qur’an berserakan, maka kita diperbolehkan untuk membakarnya atau memendamnya di dalam tanah jika memang sudah tidak mungkin untuk dipergunakan lagi. Dalam Fatwa Lajnah Daimah disebutkan bahwa diperbolehkan membakar kertas-kertas mushaf (yang tercecer dan berserakan) untuk menjaga dari tindakan yang merendahkannya serta untuk menjaga kemuliaannya dan juga diperbolehkan memendamnya di dalam tanah yang layak. (Fatwa Lajnah Daimah IV/77)

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab, Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY