Keberlakuan Dalil Hadits

Keberlakuan Dalil Hadits

89
0
SHARE

Erus

1.Apakah sebuah hadits itu berlaku sampai hari kiamat? walau isi hadits tsb sudah tidak relevan lagi untuk masa sekarang? 2. Bagaimana kita bisa memahami sebuah hadits baik secara tekstual maupun kontekstual? Atas jawabannya kami ucapkan terima kasih.

Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb. Sebenarnya istilah relevan atau tidak relevan atas sebuah wayhu yang Allah SWT turunkan kurang tepat. Karena pada prinsipnya semua yang Allah SWT turunkan itu baik dalam format Al-Quran Al-Karim atau pun Sunnah Rasulullah SAW tetap berlaku sepanjang masa. Meski secara sepintas, persoalan itu barangkali kurang kuat issue-nya. Sebagai contoh adalah masalah perbudakan yang secara tegas seringkali diungkapkan dalam Al-Quran Al-Karim dengan sekian banyak aturan hukumnya. Orang sering mengatakan bahwa karena perbudakan sudah tidak ada lagi, maka Al-Quran Al-Karim tidak relevan lagi.

Tapi benarkah demikian? Masalah ini bisa kita jawab dengan dua hujjah. Pertama: Tidak benar kalau dikatakan bahwa perbudakan sudah hilang dari muka bumi. Masih banyak kelompok masyarakat tertentu seperti di pedalaman Afrika dan beberapa negeri yang lainnya masih mengenal perbudakan dan jual beli manusia. Itu artinya bahwa ayat Al-Quran Al-Karim dan hukumnya masih berlaku dan tetap relevan sampai hari ini. Kedua: Katakanlah misalnya ternyata perbudakan memang betul-betul sudah musnah dari pelosok jagat bumi ini. Termasuk yang di pedalaman Afrika dan pojok-pojok bumi. Namun siapa yang bisa menjamin bahwa perbudakan itu akan hilang selamanya? Bukankah para ahli banyak yang memperkirakan bahwa seandainya perang dunia III terjadi dengan semua negara menggunakan nuklir dan bumi menjadi lebur, maka sisa-sisa manusia di zaman berikutnya akan memulai kehidupan dengan peradaban seperti zaman batu. Dan setiap peperangan sebenarnya selalu menyisakan perbudakan manusia atas manusia. Kalau setiap persoalan yang hukumnya telah dikupas Al-Quran Al-Karim lalu persoalan itu kemudian selesai, apakah kita akan mengatakan bahwa ayat Al-Quran Al-Karim itu sudah tidak relevan dan tidak berlaku lagi?

Misalnya kalau kita ambil contoh, bila program zakat yang tujuannya adalah mengentaskan kemiskinan itu telah berhasil secara sempurna sehingga tidak ada lagi orang-orang fakir dan miskin di muka bumi ini, apakah umat Islam saat itu sudah tidak wajib mengeluarkan zakat lagi lantaran tidak ada mustahiknya? Tentu tidak, karena zakat adalah kewajiban yang termasuk rukun iman. Hilangnya kemiskinan dari muka bumi sama sekali tidak membatalkan berlakunya hukum Islam. Kami punya sebuah contoh lain yang berkaitan dengan kecongkakan manusia terhadap hadits Rasulullah SAW dan bagaimana rasa sok tahu manusia telah membuat mereka menjadi takabbur. Lalu menganggap bahwa pengetahuan dirinya mampu melebihi sabda Rasulullah SAW. Contohnya adalah hadits tentang lalat yang menclok di minuman seseorang. Ada sebuah hadits yang memberikan penjelasan bahwa bila ada lalat menclok di minuman, hendaknya dibenamkan sampai seluruh badannya tenggelam. Karena di salah satu sayap lalat itu ada racun dan di sayap lainnya ada obat atau penawarnya.

Hadits ini sepanjang zaman sering kali ditolak oleh banyak orang tapi -lucunya- dengan alasan yang saling bertentangan. Di masa awal, orang-orang menolak hadits itu lantaran ilmu pengetahuan di masa itu tidak mengatakan bahwa lalat itu mengandung penyakit. Sehingga keterangan hadits itu yang mengatakan bahwa di salah satu sayapnya ada racun, mereka tolak mentah-mentah. Rupannya, ilmu pengetahuan masa itu memang masih primitif sehingga tidak tahu bahwa lalat bisa menyebarkan penyakit. Di masa berikutnya, hadits ini ditolak lagi, tapi dengan alasan yang justru berlawanan dengan sebelumnya. Mereka menolak hadits ini lantaran ilmu pengetahuan mereka baru sampai pada kesimpulan bahwa lalat itu hanya mengandung penyakit dan bisa menularkannya. Sehingga bila lalat menclok di minuman, tidak boleh dicelupkan karena hanya akan melahirkan penyakit. Namun ketika zaman mulai maju dan ilmu pengetahuan sudah masuk ke zaman mikro boilogi, barulah manusia tahu bahwa ternyata memang benar bahwa lalat itu mengandung penyakit tetapi sekaligus dia punya obat penawarnya.

Dan Maha Benar Allah atas segala petunjuk-Nya dan benarlah Rasulullah SAW atas sabdanya. Jadi tidak ada ayat-ayat Al-Quran Al-Karim atau sunnah Rasulullah SAW yang tidak relevan sampai akhir zaman. Tapi kalau kita katakan bahwa suatu ayat atau suatu dalil tidak terlalu kuat issue-nya untuk suatu tempat atau suatu masa tertentu, mungkin bisa jadi benar. Namun sama sekali tidak menghilangkan relevansinya apalagi menghapus hukumnya.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab, Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY