Hukum Menerima Hadiah Dalam Kerangka Dinas

Hukum Menerima Hadiah Dalam Kerangka Dinas

136
0
SHARE

Abdurrahman

Pertanyaan:

Bagaimana hukumnya menerima hadiah dari para supplier (saya bagian pembelian)? Selama ini saya memilih menolak dengan alasan takut kalau itu termasuk perkara subhat. Sekian dan terima kasih

Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb. Bismillahirrahmanirrahiem. Alhamdulillahi Rabbil `Alamin. Wash-shalatu Was-Salamu `alaa Sayyidil Mursalin. Wa ba`d.

Uang yang anda terima jika ditinjau dari wujudnya adalah uang pemberian biasa atau hadiah, yang tentu hukumnya adalah halal. Akan tetapi karena uang yang anda terima tersebut berkaitan dengan tugas anda sebagai orang yang mendapat mandat untuk pengadaan barang di perusahaan, maka hukum uang atau hadiah tersebut perlu diperjelas kedudukannya. Meskipun pihak penjual menyatakan bahwa hal tersebut merupakan hadiah dari pihaknya, namun kemungkinan adanya unsur risywah terselubung di dalamnya tidak bisa diabaikan begitu saja. Karena pihak penjual tidak akan memberikan hadiah tersebut jika anda tidak membeli barang darinya.

Hal tersebut berbeda hukumnya, jika anda membeli untuk kepentingan sendiri, kemudian anda mendapatkan bonus atau hadiah dari penjual maka hadiah tersebut adalah halal. Sedangkan dalam kasus anda, anda adalah wakil perusahaan sehingga hadiah yang anda terima pada hakikatnya adalah milik perusahaan. Akan tetapi jika hal tersebut sudah dimaklumi atau mendapat persetujuan dari pihak perusahaan dan barang yang dibeli sesuai dengan standar yang disyaratkan oleh perusahaan tempat anda bekerja dan tidak menghalangi anda untuk bertransaksi dengan pihak penjual lainnya, maka hal tersebut diperbolehkan. Meskipun demikian, kami sependapat dengan yang anda sebutkan, bahwa lebih baik hal tersebut ditinggalkan karena adanya unsur-unsur kesyubhatan di dalamnya. Dan biasanya akan mendorong diri kita untuk berbuat yang tidak benar.

Wallahu a`lam bishshowab. Wassalamu `alaikum Wr. Wb.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY