Pinjaman Kantor Kerjasama Dengan Bank

Pinjaman Kantor Kerjasama Dengan Bank

168
0
SHARE

Audie

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Di kantor saya akan diadakan fasilitas pinjaman karyawan, kerjasama perusahaan dengan bank, dalam hal ini perusahaan akan menanggung 50% dari bunga pinjaman bank dan akan dicicil sekian tahun pembayarannya. Apakah bunga tsb termasuk riba? bolehkah saya ikut mengajukan diri untuk mengambil fasilitas pinjaman tsb, apakah termasuk berdosa? terima kasih. wassalam

Jawaban

Assalamu`alaikum Wr. Wb. Bila pnjaman uang itu didapat dari bank konvensional yang menjalankan sistem ribawi, jelaslah bahwa akad pinjaman itu menggunakan sistem riba. Buktinya Anda mengatakan bahwa pihak perusahanaan akan menanggung BUNGA pinjaman sebesar 50 %. Bunga adalah kelebihan atas pengembalian pinjaman yang baik dalam skala besar atau kecil sekalipun tetap diharamkan oleh Al-Quran. Alah SWT berfirman: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya. (Al-Baqarah : 278-279). Dan Rasulullah SAW di dalam hadits-hadtisnya : Rasulullah saw melaknat pemakan riba, yang memberi, yang mencatat dan dua saksinya. Beliau bersabda : mereka semua sama.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmizy, Ibnu Majah dari Ibnu Mas’ud).

Dalam hadits lain disebutkan: Diriwayatkan oleh Aun bin Abi Juhaifa, ”Ayahku membeli budak yang kerjanya membekam. Ayahku kemudian memusnahkan alat bekam itu. Aku bertanya kepada ayah mengapa beliau melakukannya. Beliau menjawab bahwa Rasulullah SAW melarang untuk menerima uang dari transaksi darah, anjing dan kasab budak perempuan. Beliau juga melaknat penato dan yang minta ditato, menerima dan memberi riba serta melaknat pembuat gambar.” (Hadis diriwayatkan Bukhori dalam shahihnya no 2084 Bab Al-Buyu`) Para pakar ulama syariah yang ekspert dibidang hukum ekonomi dan muamalat kontemporer umumnya ekapat atas keharaman sistem pinjaman bank konvensional ini. Mereka umumnya sepakat bahwa bunga bank adalah riba’ yang diharamkan, bahkan riba yang paling jahat yaitu riba hutang atau riba jahiliyah. Dan pendapat inilah yang disepakati oleh para ulama, di antaranya adalah ulama yang tergabung pada lembaga fiqih yang sangat berengaruh di dalam dunia Islam, bukan sekedar ijtihad orang per orang, tetapi di dalamnya berkumpul para ulama pakar ekonomi level dunia. Diantaranya adalah : – Lembaga Riset Islam Al-Azhar di Kairo tahun 1965. – Lembaga Fiqh Islam OKI di Jeddah tahun 1985 – Lembaga Fiqh Islam Rabithah ‘Alam Islami di Mekkah tahun 1406 H – Keputusan Muktamar Bank Islam Kedua di Kuwait tahun 1983. – Fatwa Mufti Mesir tahun1989.

Dan sekian banyak kajian dan bahasan tentang sistem ekonomi Islam lainnya yang diakui keberadaannya oleh masyarakat Islam sedunia. Intinya semua telah menyepakati bahwa bunga bank konvensional adalah riba yang diharamkan. Tidak peduli untuk pinjaman yang bersifat konsumtif atau pun yang bersifat produktif. Juga tidak memandang apakah besarnya bunga itu rendah (soft loan) atau tinggi. Kesemuanya termasuk riba yang telah diharamkan Allah dengan nash Al-Quran dan Sunnah secara tegas, jelas dan tidak ada keraguan.

Wallahu a`lam bis-shawab. Wassalamu `alaikum Wr. Wb.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY