Perintah Allah kepada Rasul saw dalam Alquran

Perintah Allah kepada Rasul saw dalam Alquran

64
0
SHARE

Assalamu’alaikum Wr Wb.  Ustadz yang dimuliakan Allah..dalam Buku Fiqh Prioritas karya Yusuf Qardhawi disebutkan bahwa perintah Allah kepada Rasul-Nya dalam Al Quran surat Muhammad ayat 19 adalah perintah yang ditujukan kepada Nabi SAW, dan juga umatnya. Nah pertanyaan ana adalah apakah SELURUH/SEMUA perintah Allah kepada Rasulullah SAW juga merupakan perintah kepada kita sebagai umatnya ? Jazakumullah khairan katsiran. Wassalamu’alaikum Wr Wb.


Assalamu alaikum wr.wb.

 

Benar bahwa perintah Allah dalam surat Muhammad ayat 18 tersebut merupakan perintah yang tertuju kepada Muhammad saw berikut umatnya. Lalu apakah semua perintah Allah yang secara khusus tertuju kepada beliau juga berlaku kepada umat? Tidak pasti demikian. Tetapi harus melihat kepada qarinah atau petunjuk yang menyertainya.

Para ulama membagi pesan atau perintah Allah kepada Rasul saw dalam Alquran menjadi tiga :

1.  Yang secara khusus tertuju kepada beliau; tidak berlaku kepada umat.
Misalnya QS al-A’raf: 158 yang artinya, “Katakan (wahai Muhammad), ‘Aku adalah Rasul Allah untuk kalian semua.'”      Perintah untuk mendeklarasikan diri sebagai rasul atau utusan Allah dalam ayat di atas hanya berlaku untuk beliau;      tidak untuk umatnya.

2. Yang tertuju kepada beliau dan juga kepada umatnya sbb didalamnya terdapat kewajiban yang juga harus dilakukan oleh    umatnya di mana ia berlaku secara umum.
Misalnya: “Katakanlah, ‘Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan pada kami.” (QS Ali Imran: 84).    Perintah beriman kepada Allah tentu berlaku kepada beliau dan umat.   Atau dalam surat at-Tahrim 1-2 yang artinya, “Wahai Nabi mengapa engkau mengharamkan apa yang Allah halalkan…     Allah telah menetapkan kepada kalian…” Awalnya dimulai dengan pesan khusus kepada Nabi saw.     Namun kemudian di ayat kedua ada kata “kepada kalian.” yang mencakup seluruh kaum muslimin.     Sehingga menurut para mufassir ayat tersebut berlaku kepada kita dan kepada beliau.

3. Yang tidak tertuju kepada beliau, namun kepada umatnya. Penyebutan beliau hanya sebagai penguat.
Misalnya dalam surat QS al-Isra 23 terkait perintah untuk berbakti kepada kedua orang tua dan berbuat baik kepadanya,     Padahal ketika ayat ini turun orang tua beliau telah tiada. Jadi meski beliau disebutkan dalam ayat tersebut      tetapi sebetulnya yang dituju bukan beliau; namun umatnya.

Dengan demikian jelas bahwa tidak semua perintah dan pesan Allah kepada beliau selalu tertuju kepada beliau dan umat secara bersamaan. Namun ada yang hanya tertuju kepada beliau, ada yang tertuju kepada beliau berikut umatnya; dan ada pula yang sebetulnya hanya tertuju kepada umat.

Wallahu a’lam bish-shawab.
Wassalamu alaikum wr.wb.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY