Berhubungan sesudah Tahallul

Berhubungan sesudah Tahallul

188
0
SHARE

Assalamualaikum wr.wb. Pak Ustaz yth, Kami pergi haji th.2009 bersama istri. Setelah sampai di Jeddah kemi langsung ke Tanah Suci (Makkah) dengan pakaian ikhrom untuk melakukan tawaf, sai dan tahalul. Setelah menunaikan kewajiban tersebut kami rombongan kembali ke hotel untuk istirahat dan mengikuti jadwal berikut yang sdh disusun oleh KBIH. Pada saat istirahat kami melakukan hubungan suami istri. Yang ingin kami tanyakan disini adalah ” melanggar nggak apa yang kami lakukan dan sah nggak haji-nya tersebut ” Masalah ini pernah kami konsultasikan dengan pembimbing kami disana yang dijawab tidak melanggar tuntunannya. Untuk lebih menambah keyakinan kami, secara pribadi kami ingin tanyakan ke pak Ustazt akan perihal dimaksud. Demikianlah atas segala tanggapan dan perhatiannya diucapkan terima kasih.  Wassalamualaikum wr.wb.

Assalamu alaikum wr.wb.

Kalau membaca cerita di atas, tampaknya Anda ketika itu sedang melaksanakan haji tamattu. Yaitu berumrah terlebih dahulu baru kemudian berhaji.

Ihram yang Anda lakukan setibanya di Arab Saudi yang kemudian diikuti dengan tawaf dan sai lalu tahallul adalah dalam rangka umrah. Jika memang demikian adanya, umrah Anda sudah selesai. Anda sudah tidak lagi berada dalam kondisi ihram.

Dan sesudah tahallul, hal-hal yang tadinya tidak boleh dilakukan karena sedang ihram menjadi boleh. Anda sudah boleh melakukan jima (berhubungan suami isteri), memakai wewangian, dan menutup kepala.

Wallahu a’lam

Wassalamu alaikum wr.wb.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY