Memisahkan antara Allah dan para Rasul

Memisahkan antara Allah dan para Rasul

110
0
SHARE

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
mohon penjelasan mengenai QS An Nisaa 150:
…  ﻳُﻔَﺮِّﻗُﻮﺍْ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺭُﺳُﻠِﻪِ ..
~  membedakan antara Allah dan rasul-rasul-Nya …
apakah ini seperti mengingkari sunnah [Rasul] dan hanya menerima kitabullah; seperti khawarij tempo dulu atw quranist/ingkar sunnah saat ini ?
mohon penjelasan ustadz sekalian.

Assalamualaikum wr.wb.

Alhamdulillahi Rabbil alamin. Wash-shalatu wassalamu ala Asyrafil Anbiya’ wal Mursalin. Amma ba’du:

Makna dari ayat di atas kalau merujuk kepada sejumlah kitab tafsir adalah memisahkan antara keimanan kepada Allah dan keimanan kepada para rasul. Orang yang semacam ini jelas kafir sebab iman kepada rukun iman yang enam dalam Islam merupakan satu paket yang tidak bisa dipisahkan. Ketika seseorang beriman kepada Allah, konsekwensinya ia harus beriman kepada semua rasul yang Dia utus.

Dalam al-Jami li Ahkamil Qur’an karya al-Qurthubi ketika menafsirkan ayat tersebut menyebutkan bahwa sikap memisahkan antara iman kepada Allah dan kepada Rasul saw merupakan bentuk kekufuran sebagaimana yang disebutkan dalam ayat. Sebab, Allah mewajibkan manusia untuk beribadah sesuai dengan syariat yang dibawa oleh para rasul. Apabila mereka menentang rasul, berarti mereka menentang syariat yang rasul bawa dan tidak mau melaksanakan ibadah yang diperintahkan kepada mereka. Orang yang semacam ini hukumnya sama dengan orang yang mengingkari keberadaan Allah, Sang Pencipta.

Dengan demikian, semua kelompok, aliran, atau golongan yang tidak percaya dan tidak mau mengikuti syariat atau ajaran yang dibawa oleh Rasul saw, berarti mereka termasuk dalam cakupan ayat di atas.

Wallahu a’lam.

Wassalamu alaikum wr.wb.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY