Hukum Meminta Tolong kepada Manusia

Hukum Meminta Tolong kepada Manusia

124
0
SHARE

Menurut agama meminta tolong kepada selain Allah merupakan perbuatan syirik. Lalu kalau minta tolong pada orang apa juga tergolong syirik? Terima kasih

 

 

Assalamu alaikum wr.wb.

Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi Rabbil alamin. Ash-shalatu wassalamu ala Rasulillahi wa ala alihi wa shahbih ajmain. Amma ba’du:

Dalam surat al-Fatihah, “Hanya kepada-Mu kami meminta dan hanya kepada-Mu kami beribadah.” Nabi saw juga berkata kepada Ibnu Abbas ra, “Jika engkau hendak meminta, mintalah kepada Allah. Dan jika engkau hendak memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah.” (HR at-Tirmidzi).

Ayat Alquran dan hadits di atas menunjukkan bahwa setiap muslim hendaknya hanya meminta kepada Allah Swt; tidak kepada yang lain. Namun permintaan seperti apa yang dimaksud? apakah manusia sama sekali tidak boleh meminta kepada selain Allah Swt?

Para ulama memberikan batasan bahwa yang dimaksud oleh nash di atas adalah dalam hal yang tidak bisa dilakukan oleh manusia atau dalam sesuatu yang bukan menjadi wilayah kekuasaan manusia. Misalnya meminta agar dosanya diampuni, agar dimasukkan ke dalam sorga, agar mendapat taufik dan hidayah, dst. Semua ini merupakan wilayah kekuasaan Allah. Sehingga tidak boleh memintanya kecuali kepada Allah Swt.

Sementara dalam hal-hal yang bisa dilakukan oleh manusia (meski tetap dengan pertolongan Allah) boleh meminta kepadanya. Misalnya meminta untuk membawakan barang, meminta uang, meminta makan, meminta agar ditunjukkan jalan, meminta nasihat, atau meminta pengobatan.

Selama permintaan tolong tersebut dalam wilayah yang bisa dilakukan oleh manusia, namun dengan tetap menyadari bahwa pertolongan hakiki datangnya dari Allah, maka permintaan tolong atau bantuan semacam itu tidaklah dilarang dan bukan termasuk perbuatan syirik.

Orang-orang Arab badui bertanya kepada Rasul saw, “Bolehkah kami berobat?” Beliau menjawab, “Ya wahai manusia. berobatlah! Sebab Allah tidak menetapkan penyakit kecuali juga memberikan obatnya.” (HR at-Tirmidzi)

Wallahu a’lam
Wassalamu alaikum wr.wb.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY