Zakat Kepada Bapak

Zakat Kepada Bapak

170
0
SHARE

Assalamualaykum,

Saya mahu bertanya tentang bayaran zakat. Saya baru mulai bekerja dan mendapat pendapatan sendiri. Maka bagi zakat pendapatan, 2.5% daripada gaji yang sudah ditolak belanja dan sebagainya yang wajib, bolehkah saya membayar zakat tersebut kepada bapa saya sendiri kerana dianya sudah dideklarasi bankrupsi dalam negara. Atau saya harus membayar zakat tersebut kepada warga selain keluarga sendiri? Jika boleh diberikan pencerahan oleh yng lebih arif. Dan adakah adab-adab untuk saya dikira membayar zakat seperti lafaz atau sebagainya? Terima kasih.

Assalamu `alaikum Wr. Wb.

Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d:

Pada dasarnya nafkah orang tua (bapak atau ibu) menjadi tanggungan anak. Karena itu, apabila mereka berada dalam kondisi membutuhkan, anak yang harus memberikan nafkah dan kebutuhan mereka, tentu sesuai dengan kemampuannya. Jadi, tidak diberikan dari dana zakat.

Hanya saja, dalam kondisi tertentu, ketika kemampuan anak untuk memberikan nafkah kepada orang tua terbatas. Artinya, ia tidak bisa memberikan nafkah kepada orang tua, sementara orang tua benar-benar dalam kondisi terdesak (misalnya memiliki hutang yang cukup besar) maka dalam kondisi demikian Ibn Taymiyyah membolehkan si anak untuk memberikan harta zakatnya kepada orang tua.

Adapun cara menunaikan zakat, tidak ada tata cara khusus. Cukup dengan memberikannya sebagai zakat kepada lembaga zakat atau langsung kepada salah satu dari delapan golongan yang termasuk mustahik zakat (termasuk ketika diberikan kepada orang tua Anda yang mungkin tergolong fakir, miskin, atau gharim (terlilit hutang).

Wallahu a’lam

Wassalamu alaikum wr.wb.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY