Orang Yang Tidak Mandi Junub Selama Beberapa Kali

Orang Yang Tidak Mandi Junub Selama Beberapa Kali

71
0
SHARE

 

Assalamu’alaikum. Langsung saja, ustadz. Saya mau tanya. Ada seorang teman yang malas melakukan mandi junub. Dia tahu kalau mandi junub itu wajib. Tapi karena malas dia selalu menundanya hingga lupa sudah berapa kali dia melalaikan mandi junub. Sekarang dia mau bertobat. Lalu.. bagaimana dengan hutang mandi junubnya? Apa dia cukup melakukan satu kali mandi junub saja lalu wudhu dan kemudian shalat taubat? Atau dia harus melakukan mandi junub berkali-kali sebanyak hutangnya?
Tapi, dia tidak ingat berapa hutangnya. Mohon penjelasannya, ustadz. Wassalamu’alaikum.

Jawaban
Assalamu alaikum wr.wb.
Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi Rabbil alamin. Ash-shalatu wassalamu ala Rasulillahi wa ala alihi wa shahbih ajmain. Amma ba’du:

Orang yang tidak melakukan mandi dari junub dan hal itu berlangsung selama beberapa kali atau beberapa waktu berarti juga tidak melakukan shalat. Dan kalaupun ia melakukan shalat, maka shalatnya tidak sah karena di antara syarat sah shalat adalah kondisi suci.

Karena itu ada dua masalah yang harus dipahami: pertama terkait dengan mandi junubnya dan kedua terkait dengan shalatnya. Terkait dengan mandi junub, maka orang yang beberapa kali dalam kondisi junub dan tidak pernah mandi sesudahnya cukup baginya untuk mandi junub satu kali; tidak perlu berkali-kali. Satu kali mandi mencukupi untuk seluruh kondisi junub yang pernah ia alami.

Dalam al-Majmu Imam an-Nawawi menyebutkan, “Terkait dengan mandi, ia hanya wajib mandi satu kali meski junub seribu kali atau lebih.”
Kedua, terkait dengan shalat yang tidak ia kerjakan atau ia kerjakan dalam kondisi junub, maka shalat tersebut harus diqadha’ (diganti) jika merujuk pada pendapat jumhur yang mengharuskan qadha shalat bagi yang meninggalkan entah karena sengaja atau tidak. Jika jumlah bilangan shalat yang ia tinggalkan atau yang ia kerjakan dalam kondisi junub diketahui jumlahnya, maka ia harus mengerjakan sebanyak itu atau dengan cara perkiraan.

Cara meng-qadha adalah dengan menunaikannya setiap hari di luar shalat wajib yang ia kerjakan, entah di waktu siang atau di waktu malam, sesuai dengan kemampuan.

Terakhir, orang yang meninggalkan kewajiban agama atau mengabaikan dan meremehkan, berarti telah melakukan dosa besar. Ia harus bertobat dari perbuatannya tersebut dengan tobat nasuha. Sangat baik kalau hal itu disertai dengan shalat tobat sebagaimana disyariatkan meski hukumnya tidak wajib.

Wallahu a’lam

Wassalamu alaikum wr.wb.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY