Jabat Tangan dengan Laki-laki Yang Bukan Mahram

Jabat Tangan dengan Laki-laki Yang Bukan Mahram

113
0
SHARE

 

Assalamu’alaikum, mau bertanya:
Saya seorang perempuan,masih kuliah. Apakah saya salah jika saya menolak untuk berjabat tangan dengan seorang laki-laki teman saya sendiri dan dia bukan sanak saudara saya,jg bukan mahram saya. Tapi saya tetap berjabat tangan dengan dosen saya, itu bagaimana?  Saya takut teman-teman saya menganggap saya itu sok-sokan sok suci” Terimakasih. Saya menunggu jawaban nya.
Wassalamu’alaikum.

Assalamu alaikum wr.wb.
Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi Rabbil alamin. Ash-shalatu wassalamu ala Rasulillahi wa ala alihi wa shahbih ajmain. Amma ba’du:

Apa yang Anda lalukan sudah benar. Hanya saja hal itu berlaku pada semua laki-laki yang bukan mahram, tidak terkecuali dosen dan guru Anda. Dalam hal ini Nabi saw bersabda,
أن يطعن في رأس أحدكم بمخيط من حديد، خير له من أن يمس امرأة لا تحل له
“Menusuk kepala dengan jarum dari besi, itu lebih baik buat kalian dibanding bersentuhan dengan wanita yang tidak halal baginya” (HR ath-Thabrani)
Demikian pendapat jumhur ulama secara umum dari kalangan Hanafi, Maliki, Syafii dan Hambali.

Namun demikian, ada sejumlah ulama yang membolehkan bersalaman dengan  wanita yang sudah tua yang tidak lagi punya ketertarikan dengan laki-laki ataupun sebaliknya. Hanya saja kebolehannya dengan syarat; tidak bersifat mutlak. Syaratnya adalah aman dari fitnah. Apa maksud aman dari fitnah?

Maksudnya adalah ketika wanita tersebut sudah mencapai usia tertentu yang pada umumnya tidak lagi mengundang tarikan syahwat. Menurut Imam an-Nawawi hal ini dikembalikan kepada urf (kebiasaan) yang ada.

Adapun terkait dengan ejekan dan komentar teman, tidak usah dihiraukan. Yang penting bagaimana kita menjalankan ajaran agama dengan baik namun tetap berbuat baik kepada sesama, termasuk mereka.

Wallahu a’lam
Wassalamu alaikum wr.wb.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY