Antara Takdir dan Amal Manusia

Antara Takdir dan Amal Manusia

161
0
SHARE

 

Selamat pagi,
Tulisan dibawah ini saya ambil dari internet, apakah betul seseorang itu sudah di tentukan akan masuk surga atau neraka seperti ditulis dalam artikel dibawah ini, atau ditentukan dengan cara lain, mohon penjelasan dan seandainya ada dalam Al Quran ayat yang mendekati pernyataan seperti dibawah atau pernyataan lain mohon ditunjukan.

Sesungguhnya, seorang anak Adam, telah ditentukan oleh Allah, akan dimasukkan ke Surga atau Neraka jauh sebelum mereka dilahirkan, sebagaimana terdapat dlm hadits,
“Allah menciptakan Adam, lalu ditepuk pundak kanannya kemudian keluarlah keturunan yang putih, mereka seperti susu. Kemudian ditepuk pundak yang kirinya lalu keluarlah keturunan yang hitam, mereka seperti arang.. Allah berfriman, ‘Mereka (yang seperti susu -pen) akan masuk ke dlm surga sedangkan Aku tak peduli dan mereka (yang seperti arang-pen) akan masuk ke neraka sedangkan Aku tak peduli.’” (Shahih; HR. Ahmad, ath-Thabrani dallam Al-Mu’jamul Kabir & Ibnu Asakir, lihat Shahihul Jami’ no: 3233)
Dari Ali radhiyallahu ‘anhu berkata, “Kami duduk bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam & beliau sedang membawa tongkat sambil digores-goreskan ke tanah seraya bersabda,
‘Tidak ada seorang pun di antara kalian kecuali telah ditetapkan tempat duduknya di neraka atau pun surga.’ (HR. Bukhari & Muslim)
Setelah mengetahui bahwa seseorang telah ditentukan akan dimasukkan ke surga atau neraka, tentu akan timbul pertanyaan & kesimpulan berdasarkan akal logika manusia yang lemah, “Kalau begitu buat apa kita beramal. Nanti udah capek-capek ibadah ternyata masuk neraka” atau perkataan semisal itu.

Pertanyaan semisal ini pun banyak ditanyakan oleh para sahabat di berbagai kesempatan. Salah satunya adalah pertanyaan seorang sahabat ketika mendengar pernyataan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Tidak ada seorang pun di antara kalian kecuali telah ditetapkan tempat duduknya di neraka atau pun surga.’

Demikian disampaikan, atas perhatiannya dan penjelasannya saya ucapkan terima kasih.
Salam saya

 

Jawaban

Assalamu alaikum wr.wb.

Alhamdulillahi Rabbil alamin. Ash-shalatu wassalamu ala Rasulillahi wa ala alihi wa shahbihi. Amma ba’du:

Benar bahwa Allah telah mengetahui dan menetapkan tempat kembali seseorang apakah ia akan ke sorga atau ke neraka. Hal ini berdasarkan sejumlah riwayat di antaranya yang telah Anda sebutkan dan berdasarkan sejumlah ayat Alquran yang bersifat umum.

Di antaranya Allah befirman,
Tidakkah engkau mengetahui bahwa Allah mengetahui apa yang terdapat di langit dan apa yang terdapat di bumi. Semua itu terdapat dalam kitab (lauhil mahfudz). Dan hal itu mudah bagi Allah.” (QS al-Hajj: 70).

Ayat tersebut menunjukkan pengetahuan dan ketentuan Allah yang bersifat komprehensif dan bahwa Dia mengetahui kondisi makhluk sebelum diciptakan. Hal itu telah Dia tuliskan dalam kitab lauhil mahfudz.

“Tidak ada yang tersembunyi di langit dan di bumi kecuali sudah terdapat dalam kitab yang nyata.” (QS an-Naml: 75).

Ayat tersebut menunjukkan kitab-Nya meliputi segala hal yang tersembunyi, baik yang sudah terjadi, yang sedang terjadi, dan akan terjadi hingga kiamat dan seterusnya. Termasuk apakah seseorang akan kembali ke sorga atau ke neraka.

Dari sejumlah dalil dan riwayat di atas terdapat sejumlah hal yang harus dipahami. Yaitu:

Pertama, bahwa ketentuan dan ketetapan Allah bahwa seseorang akan masuk ke sorga atau ke neraka berdasarkan pengetahuannya yang bersifat komprehensif. Jika manusia hanya mengetahui apa yang sudah dan akan terjadi. Allah mengetahui apa yang akan terjadi, termasuk apa yang akan diperbuat manusia nantinya.

Kedua, Allah menetapkan dan memasukkan manusia ke dalam sorga atau ke neraka berdasarkan amal-amal perbuatan yang dilakukan manusia ketika di dunia. “Mereka diseru, inilah sorga yang diwarisakn kepada kalian sesuai dengan amal yang kalian lakukan.” (QS al-A’raf: 43). “Masuklah ke dalam sorga sesuai dengan amal yang kaian lakukan.” (QS an-Nahl: 32). “Rasakanlah siksa yang kekal sesuai dengan amal yang telah kalian lakukan.” (QS as-Sajadah: 14). Jadi Allah tidak zalim dalam menetapkan tempat kedudukan hamba. Pasalnya, yang beramal baik akan mendapat balasan kebaikan dan yang beramal buruk akan mendapat balasan keburukan.

Ketiga, takdir Allah bersifat gaib dan ia merupakan kewenangan Allah. Sementara kewenangan dan kewajiban kita adalah beramal di dunia. Maka, manusia tidak perlu sibuk dan mencampuri sesuatu yang menjadi urusan dan kewenangan Allah. Kita harus fokus kepada apa yang menjadi tugas kita. Karena itu, ketika para sahabat bertanya, “Buat apa kita beramal (kalau semua sudah ditentukan)?” Rasulullah menjawab, “Beramallah! sebab masing-masing dimudahkan meraih apa yang ditentukan untuknya.” Rasulullah saw tidak menyuruh sahabat berpangku tangan menantikan takdir. Tetapi beliau menyuruh bekerja dan beramal.

Wallahu a’lam. Semoga Allah memberikan petunjuknya kepada kita semua.

Wassalamu alaikum wr.wb.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY