Wasiat Kepada Ahli Waris

Wasiat Kepada Ahli Waris

83
0
SHARE

Assalamualaikum pak ustadz…
ibu saya berpulang keRahmatullah dengan meninggalkan harta waris berupa perhiasan dan uang tabungan. Kami 6 saudara: 3 laki-laki dan 3 perempuan,sedangkan bapak juga sudah berpulang. Yang hendak kami tanyakan adalah bagaimana cara membagi harta peninggalan ibu tersebut jika ada wasiat. Wasiatnya adalah seluruh perhiasan diberikan kepada anak perempuan dan sedangkan uang di tabungan di bagi sesuai syariat. Sedangkan nilai dari perhiasan itu sendiri lebih besar dari pada nilai uang yg di tabungan. Bagaimana sebenarnya cara sesuai syariat untuk membagi warisan peninggalan ibu bila ada wasiat. terimakasih sebelumnya pak ustadz dan assalamualaikum….

Jawaban

Assalamu alaikum wr.wb.

Alhamdulillahi Rabbil alamin. Ash-shalatu wassalamu ala Rasulillahi wa ala alihi wa shahbihi. Amma ba’du:

Terkait dengan wasiat ibu kepada sebagian anak-anak perempuannya untuk diberi perhiasan, sementara anak lak-laki tidak mendapat bagian wasiat tersebut, maka ketentuannya sebagai berikut:

Anak perempuan jelas merupakan ahli waris selama tidak terhalang oleh sesuatu yang menghalanginya (seperti beda agama, dst). Karena itu, dalam hal wasiat kepada ahli waris, para ulama berbeda pendapat.

Sebagian mengatakan tidak boleh secara mutlak, baik mendapat ijin dari ahli waris yang lain maupun tidak. Dalilnya adalah sabda Nabi saw: “Allah telah memberikan kepada pemilik hak apa yang menjadi haknya. Karena itu, tidak ada wasiat untuk ahli waris.”(HR Ahmad, an-Nasai, dll). Ini menjadi pendapat al-Muzani dari kalangan Syafii dan pendapat Ibn Hazm dari kalangan Zhahiri.

Sebagian lagi (pendapat kuat dan masyhur dari kalangan Hanafi, Syafii, dan hambali) bahwa wasiat tidak boleh diberikan kepada ahli waris kecuali jika mendapat ijin atau dibolehkan oleh ahli waris yang lain.  Dalilnya adalah riwayat ad-Daraquthni yang berbunyi, “Tidak ada wasiat untuk ahli waris kecuali jika dibolehkan oleh ahli waris yang lain.”

Sebagian lagi (fatwa Darul Ifta al-Mishriyyah) membolehkan wasiat kepada ahli waris meski tidak mendapat ijin ahli waris yang lain jika jumlahnya tidak lebih dari sepertiga harta waris. Namun jika lebih dari sepertiga harta waris maka harus mendapat ijin dan persetujuan ahli waris yang lain.

Demikian pendapat ulama di seputar wasiat kepada ahli waris. Menurut hemat kami hendaknya para ahli waris bermusyawarah untuk mengambil pendapat yang lebih memberikan maslahat untuk semua pihak.  Dalam ini persetujuan dan keridhaan para ahli waris yang lain (saudara-saudaranya) lebih penting dari sekedar besaran harta yang didapat. Wallahu a’lam

wassalamu alaikum wr.wb.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY