Apakah Babi Najis?

Apakah Babi Najis?

179
0
SHARE

 

Assalamualaikum ustad. Saya mau bertanya kalau memegang daging babi apa hukumnya? Dan bagaimana cara menyucikanya? , trims wasalam

Jawaban

Assalamu alaikum wr.wb.

Alhamdulillahi Rabbil alamin. Ash-shalatu wassalamu ala Rasulillahi wa ala alihi wa shahbihi. Amma ba’du:

Pertama, terkait dengan menyentuh daging babi, para ulama berbeda pendapat tentang kenajisannya (najisnya babi). Kalangan Hanafi, Syafii, dan Hambali berpendapat bahwa babi najis. Dalilnya adalah surat al-An’am: 145.

Di sisi lain Imam Malik, al-Awzai, dan yang lain berpendapat bahwa babi tidak najis alias suci sama seperti anjing. Alasannya karena pada dasarnya seluruh makhluk hidup bersifat suci. Sementara pengharaman babi dan bahwa ia rijs (kotor) seperti yang terdapat dalam surat al-An’am 145 terkait dengan keharaman memakannya, bukan bendanya yang najis.

Hanya saja bila melihat kepada nash lain seperti hadits Nabi saw, hendaknya kita tidak menyentuh babi kecuali dalam kondisi terpaksa. Pasalnya, dulu para sahabat pernah bertanya kepada Rasul saw, “Kami bertetangga dengan ahlul kitab dan mereka memasak daging babi pada bejana mereka. Mereka juga minum arak dengan gelas-gelas mereka. Mendengar itu, Rasulullah saw bersabda, “Jika engkau menemukan wadah yg lain maka makan dan minumlah dengannya. Akan tetapi jika tidak ada, maka cucilah dengan air kemudian makan dan minumlah.” (HR abu Dawud)

Jadi dapat disimpulkan bahwa meskipun babi tidak tergolong ke dalam najis berat (mughalladzah) namun untuk lebih berhati-hati hendaknya kita berpegang pada yang mengatakan najis sehingga hendaknya dihindari. Dan cara menghilangkan najis serta kotorannya cukup dengan mencuci secara bersih; tidak perlu seperti mencuci wadah bekas air liur anjing.

Wallahu a’lam

Wassalamu alaikum wr.wb.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY