Menggabung Puasa Qadha dan Puasa Sya’ban

Menggabung Puasa Qadha dan Puasa Sya’ban

124
0
SHARE

Assalamualaikum
saya ingin bertanya kalau saya mengerjakan puasa ganti/qadha di gabung dengan puasa sya’ban apa niatnya? mohon penjelassan!
wassalam

 

 

Jawaban

Assalamu alaikum wr.wb.

Alhamdulillahi Rabbil alamin. Wash-shalatu wassalamu ala Asyrafil Anbiya wal Mursalin.

Pertama, terkait dengan hutang puasa wajib, maka ia harus segera dibayarkan. Kalau hutang puasa yang dimaksud adalah hutang puasa Ramadhan, maka orang yang tidak segera membayar hutang puasa ramadhan pada tahun tersebut karena ada udzur (seperti sakit dst) sehingga  masuk kepada Ramadhan berikutnya tanpa sempat membayar hutang puasa, maka tidak berdosa namun tetap harus membayar hutang puasanya.  Namun jika penundaan untuk membayar hutang puasa hingga sampai pada Ramadhan berikutnya tanpa udzur, maka membuat pelakunya berdosa sehingga harus tobat dengan tetap membayar hutang puasanya. Bahkan menurut Imam Malik, Syafii, dan Ahmad, di samping membayar hutang puasa, ia juga harus membayar kaffarah akibat kelalaiannya itu dengan memberi fidyah atau makan seorang miskin untuk setiap hari hutang puasanya. Sementara menurut Imam Abu Hanifah tak perlu memberi fidyah.

Kedua, terkait dengan puasa Sya’ban dalam riwayat disebutkan bahwa Rasulullah saw melakukan puasa Sya’ban secara sempurna. Menurut sebagian ulama, maksudnya adalah bahwa beliau berpuasa Sya’ban hampir sebulan penuh.

Ketiga, tidak ada tuntunan atau dalil yang tegas yang menjelaskan  penggabungan niat antara puasa sunnah dan puasa wajib. Namun demikian karena karunia  Allah sangat luas kepada hamba-Nya,tidak tertutup kemungkinan orang yang melakukan qadha puasa di bulan Sya’ban, akan mendapatkan pahala puasa qadha dan keutamaan puasa di bulan Sya’ban sekaligus. Terkait dengan penggabungan puasa qadha dan puasa sunnah, Syeikh Ibn Utsaymin menegaskan, “Siapa yang berpuasa hari  Arafah atau hari Asyura, padahal ia masih mempunyai hutang puasa Ramadhan maka puasa arafah atau asyura yang dilakukan sah. Akan tetapi kalau ia berniat membayar hutang puasa Ramadhan pada kedua hari tersebut, maka ia mendapatkan dua pahala sekaligus: pahala puasa hari arafah dan asyura di samping pahala qadha (membayar hutang puasa). Ini berlaku untuk puasa sunnah yang bersifat mutlak.

Keempat, adapun niatnya tidak perlu dilafalkan. Yang penting Anda berniat dalam hati membayar puasa qadha sekaligus niat mendapat pahala puasa Sya’ban.  Allah mengetahui niat yang terdapat di hati Anda.

Wallahu a’lam

Wassalamu alaikum wr.wb.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY