Wasiat untuk Ahli Waris

Wasiat untuk Ahli Waris

255
0
SHARE

Assalamualaikum.apa hukumnya jika ada beberapa orang tidak menjalankan wasiat almarhum orangtuanya,ceritanya begini,seorang suami yg mempunyai 2 orang istri, istri pertama sudah meninggal,dan dari istri2 tersebut almarhum mendapatkan anak.anak2 dari istri pertama sudah dewasa semua.ketika suami meninggal dunia,beliau meninggalkan wasiat utk membagi harta sesuai dgn apa yg tertulis pada surat wasiat.kenyataannya mereka (anak2 dari istri pertama) yang merasa lebih berhak,sampai sekarang tidak pernah menjalankan wasiat tsbt.dan anak2 dari istri kedua tdk ada menuntut.walaupun mereka tahu kalau di wasiat tersebut ada pembagian yg rata utk mereka semua.mohon di jawab ustadz.terimakasih.

 

 

Jawaban

Assalamu alaikum wr.wb.

Alhamdulillahi Rabbil alamin. Ash-shalatu wassalamu ala Rasulillahi wa ala alihi wa shahbihi. Amma ba’du:

Dalam Alquran dan Hadits disebutkan sejumlah dalil yang terkait dengan wasiat. Yang jelas wasiat disyariatkan oleh Islam. Di antaranya seperti yang disebutkan dalam surat al-Baqarah 180 dan an-Nisa 11.

Selama wasiat  sesuai dengan ketetapan syariat dengan tidak menabrak rambu-rambunya, maka ia harus ditunaikan. Jika tidak, maka tidak boleh. Karena itu, terkait dengan isi wasiat suami, harus dilihat terlebih dahulu apakah wasiatnya sesuai dengan syariat atau tidak.

Dalam hal ini disebut sesuai syariat jika isi wasiat tidak merampas hak waris dari para ahli waris. Seperti yang kita ketahui anak-anak almarhum adalah ahli waris yang berhak atas warisan ayahnya sesuai dengan ketetapan syariat.

Lalu bila salah seorang ahli waris mendapat wasiat, para ulama berbeda pendapat:

Sebagian mengatakan tidak boleh secara mutlak, baik mendapat ijin dari ahli waris yang lain maupun tidak. Dalilnya adalah sabda Nabi saw: “Allah telah memberikan kepada pemilik hak apa yang menjadi haknya. Karena itu, tidak ada wasiat untuk ahli waris.”(HR Ahmad, an-Nasai, dll). Ini menjadi pendapat al-Muzani dari kalangan Syafii dan pendapat Ibn Hazm dari kalangan Zhahiri.

Sebagian lagi (pendapat kuat dan masyhur dari kalangan Hanafi, Syafii, dan hambali) berpendapat bahwa wasiat tidak boleh diberikan kepada ahli waris kecuali jika mendapat ijin atau dibolehkan oleh ahli waris yang lain.  Dalilnya adalah riwayat ad-Daraquthni yang berbunyi, “Tidak ada wasiat untuk ahli waris kecuali jika dibolehkan oleh ahli waris yang lain.”

Sebagian lagi (fatwa Darul Ifta al-Mishriyyah) membolehkan wasiat kepada ahli waris meski tidak mendapat ijin ahli waris yang lain selama jumlah wasiat tadi tidak lebih dari sepertiga harta waris. Namun jika lebih dari sepertiga harta waris maka harus mendapat ijin dan persetujuan ahli waris yang lain.

Demikian pendapat ulama di seputar wasiat kepada ahli waris. Menurut hemat kami hendaknya para ahli waris bermusyawarah untuk mengambil pendapat yang lebih memberikan maslahat.

Wallahu a’lam

wassalamu alaikum wr.wb.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY