Menggabung NIat Puasa Kaffarah dan Senin Kamis

Menggabung NIat Puasa Kaffarah dan Senin Kamis

348
0
SHARE

Assalaamu’alaikum… Ustadz Ana mau tanya: Bolehkah puasa kaffarat niatnya digabung dengan puasa sunnah senin kamis. Mohon pencerahannya ustadz.syukron jazakallahu khoiron

 

 

Jawaban

Assalamu alaikum wr.wb.

Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi Rabbil alamin. Ash-shalatu wassalamu ala Rasulillahi wa ala alihi wa shahbih ajmain. Amma ba’du:

Terkait dengan penggabungan antara niat puasa qadha atau kaffarah yang bersifat wajib dengan puasa sunnah, para ulama berbeda pendapat. Ada yang membolehkan dan ada yang tidak.

Syeikh Utsaymin berkata, “Siapa yang berpuasa hari  Arafah atau hari Asyura, padahal ia masih mempunyai hutang puasa Ramadhan maka puasa arafah atau asyura yang dilakukan sah. Akan tetapi kalau ia berniat membayar hutang puasa Ramadhan pada kedua hari tersebut, maka ia mendapatkan dua pahala sekaligus: pahala puasa hari arafah dan asyura di samping pahala qadha (membayar hutang puasa). Ini berlaku untuk puasa sunnah yang bersifat mutlak di mana ia tidak terikat dengan Ramadhan.”

Sementara Dr. Ali Jum’ah (Mufti Mesir) berpendapat bahwa menurut banyak fukaha puasa sunnah boleh menjadi bagian dari puasa wajib; namun tidak sebaliknya. Jadi boleh seorang muslimah misalnya membayar hutang puasa Ramadhan di bulan Syawwal di mana dengan itu ia sudah tidak perlu lagi berpuasa sunnah enam hari di bulan Syawwal. Sebab ia telah mendapat pahala qadha dan enam hari syawwal karena puasa qadha tadi dilakukan di bulan Syawwal. Analoginya seperti orang yang masuk mesjid lalu shalat dua rakaat sebelum duduk dengan niat shalat wajib atau sunnah. Dengan begitu orang ini otomatis juga mendapat pahala shalat tahiyyatul masjid karena dilakukan sebelum duduk.

Kesimpulannya, boleh membayar hutang puasa Ramadhan atau puasa kaffarah di hari-hari apapun yang tidak dilarang. Jika puasa qadha tersebut dilakukan pada hari senin, insya Allah ia juga mendapatkan pahala puasa hari senin.

Hanya saja lebih utama dan untuk tidak menimbulkan perselisihan, hendaknya niat puasanya tidak digabung. Namun cukup dengan berniat puasa qadha Ramadhan atau kaffarah di hari tersebut. Meski tidak diniatkan, pahala puasa sunnah di hari yang mulia tersebut insya Allah juga akan didapat. Hal ini seperti orang yang niat mandi junub di hari Jumat. Selain mandi junubnya sah, ia juga mendapatkan pahala mandi di hari Jumat.

Syeikh Dr. Abdul Hayy Yusuf berpendapat, “Siapa yang ingin mendapat pahala lebih sempurna hendaknya ia berniat puasa qadha saja. Dengan begitu tidaklah mustahil Allah dengan karunia-Nya juga akan memberikan keutamaan pahala puasa di hari-hari pertama bulan dzulhijjah.”

Wallahu a’lam

Wassalamu alaikum wr.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY