Agar Tidak Tersesat

Agar Tidak Tersesat

536
0
SHARE

Assalammuallaikkum wr wb .saya seorang ibu  punya 3 orang anak. alhamdulillah  sudah pada besar yang kecil smp. kadang saya bingung untuk menjawab pertanyaan anak saya .islam yang paling benar itu yang bagaimana dan seperti  apa. sebab islam itu banyak aliran. itu kata  anak yang pertama. selaku orang tua bingung bagaimana menjelaskanya .Wktu itu saya jawab  sudah yg penting jaga solat 5 waktunya, jalankan perintahnya,   jauhkan laranganya.  itu saja tapi jawaban saya tuh tidak membuat dia puas. saya takut dia salah langkah. Tolong minta penjelasan agar anak saya tidak salah langkah. Maklum saya juga  masih banyak belajar. Terima kasih sebelumnya. Wassallam

 

 

Jawaban

Assalamu alaikum wr.wb.

Alhamdulillahi Rabbil alamin. Ash-shalatu wassalamu ala Rasulillahi wa ala alihi wa shahbihi. Amma ba’du:

Pada masa sekarang memang sangat banyak aliran dan kelompok yang mengatasnamakan Islam. Tentu ada yang benar dan ada pula yang menyimpang. Nah bagaimana caranya agar tidak salah dalam memahami Islam dan tidak tersesat jalan?

Nabi saw bersabda, “Wahai sekalian manusia, sungguh telah aku tinggalkan bagi kalian sesuatu yang jika kalian berpegang teguh dengannya maka kalian kalian tidak akan tersesat selamanya: (yaitu) Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR al-Hakim)

Jadi secara prinsip agar tidak tersesat jalan caranya adalah dengan kembali kepada Alquran dan as-Sunnah (hadits yang sahih). Kedua sumber itulah yang harus menjadi rujukan dalam memahami Islam. Keduanya satu paket yang tidak bisa dipisahkan. Kalau ada yang mengajak hanya kepada Alquran tanpa Sunnah maka ia tersesat. Apalagi sebaliknya.

Karena itu, hati-hati kepada kelompok yang begitu mudah menolak Alquran ataupun hadits yang sahih dengan argumen akal. Misalnya dengan alasan tidak masuk akal, mereka menolak untuk menerima sejumlah riwayat yang jelas-jelas sahih. Ini adalah awal bencana.  Sebab jika semua diukur dan dikembalikan kepada akal, maka Islam akan dipahami sesuai dengan akal setiap orang shg berbeda-beda. Padahal akal hanya alat pembantu untuk memahami Alquran dan Sunnah. Bila ada nash sahih yang tidak dipahami oleh akal, bukan nash-nya yang salah, tapi akalnya yang lemah dan tidak mampu memahami maksud dari nash tersebut.

Selanjutnya untuk bisa kembali kepada Alquran dan Sunnah diperlukan panduan guru atau ulama yang juga tepat. Yaitu ulama yang warak, benar-benar berilmu, taat, berakhlak, dan mengamalkan ilmunya.

Iringi pula dengan doa semoga keluarga kita semua mendapatkan hidayah dari Allah Swt.

wallahu a’lam

wassalamu alaikum wr.wb

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY