Isteri Tidak Diijinkan Suami Menjenguk Mantan Mertuanya

Isteri Tidak Diijinkan Suami Menjenguk Mantan Mertuanya

201
0
SHARE

Assallamualaikum wr.wb.sya dan istri berjauhan.sya dirantau dan istri di kampung.sbelum menikah status kami duda dan janda.dia janda dengan anak 3 dari suami yg dulu. suatu ketika istri saya dapat kabar kalau mantan mertuanya jatuh sakit, istri berkeinginan pingin menjenguknya. tetapi saya tidak mengijinkannya. alasan saya tidak mengijinkan karena ada pertimbangan karena jarak yg jauh dan otomatis harus menginap beberapa hari.dan jujur saya kurang suka dgan itu.karena istri pergi tanpa bersma saya sbagai suami.saya tidak ingin ada hal” yang trjadi pada istri.karena otomatis istri saya akan ketemu lagi dengan mantan nya,saya melarang istri untuk pergi.tapi istri berdalih  bahwa yang sakit kakeknya anak” dan berdalih perikemanusiaan dsb.
pertanyaan saya:
1.apakah saya salah tidak mengijin istri untuk pergi menjenguk mantan mertua/kakek dari anak”.
2.bolehkah istri pergi tanpa ijin suami walau dengan berbagai macam alasan ?
3.apakah yang harus saya lakukan?

Jawaban

Assalamu alaikum wr.wb.
Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi Rabbil alamin. Ash-shalatu wassalamu ala Rasulillahi wa ala alihi wa shahbih ajmain. Amma ba’du:

Pada dasarnya seorang isteri harus taat dan patuh kepada suaminya. Allah befirman, “Para wanita salihah adalah yang taat dan bisa menjaga (diri, harta, dan kehormatan) saat tidak bersama suami.” (QS an-Nisa: 34). Menurut Ibn Abbas ra, yang dimaksud dengan “taat” di sini adalah taat kepada suami.

Dalam hadits juga disebutkan, “Apabila seorang isteri mengerjakan shalat yang lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya (menjaga kehormatannya), dan taat kepada suaminya, niscaya ia akan masuk Surga dari pintu mana saja yang dikehendakinya.” (HR Ibn Hibban).

Jadi secara prinsip, seorang isteri yang salihah harus taat kepada suaminya. Tentu saja ketaatannya dalam hal yang baik (ma’ruf); bukan dalam hal maksiat. Niat yang baik juga harus dilakukan dengan cara yang baik; yaitu yang sesuai dengan tuntunan syariat.

Dalam hal ini sikap suami yang melarang isteri untuk menjenguk mantan mertuanya yang sedang sakit dapat dibenarkan. Apalagi bila larangan tersebut dalam rangka mencegah bahaya atau dampak negatif yang ditimbulkan darinya. Sebagai gantinya, isteri sementara bisa menghubungi dan menanyakan kesehatan mertuanya lewat hp atau telepon.
Selanjutnya agar isteri bisa memahami dan mematuhi keputusan suami, hendaknya yang dilakukan suami adalah sebagai berikut:

1. Memberikan pemahaman  kepada isteri bahwa seorang isteri harus taat pada suami dalam hal yang ma’ruf dan bahwa ia tidak boleh bepergian tanpa ijin suami.
2. Memberikan pemahaman bahwa isteri yang taat kepada suami akan mendapatkan kebaikan besar, yaitu bisa masuk sorga dari pintu mana saja yang ia suka.
3. Menunjukkan sikap baik, setia, dan penuh tanggung jawab sehingga isteri hormat dan mau taat.

4. Berusaha untuk hidup satu rumah dengan isteri. Kalaupun masih tidak bisa, harus ada upaya untuk melihat, memerhatikan, dan mendatanginya misalnya sepekan sekali sesuai kebutuhan dan kemampuan.

5. Meminta bantuan ulama atau orang bijak dari keluarga isteri yang dihrmati dan disegani untuk memberikan nasihat kepada isteri.

6. Mendoakannya dan seluruh keluarga agar diberi taufik dan hidayah oleh Allah Swt.

Wallahu a’lam

Wassalamu alaikum wr wb

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY