Posisi Mertua dan Ipar setelah Isteri Meninggal

Posisi Mertua dan Ipar setelah Isteri Meninggal

163
0
SHARE

Asssalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,
Maaf, 2 bulan yg lalu istriku wafat, mohon pencerahan menurut Syari’at Islam:
1. Apakah sy sebaiknya segera menikah atau brp lama sy harus menunda nikah ?
2. Bagaimana hubungan sy dan anak² dengan mertua dan adik² ipar yg semuanya perempuan ?
Saya mohon ustadz berkenan segera menjawab agar saya tidak salah langkah, jazakumullahu khairan katsira.
Wassalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

 

 

Jawaban
Assalamu alaikum  wr wb

Alhamdulillahi Rabbil alamin. Washshalatu wassalamu ala Rasulillahi wa ala alihi wa shahbihi ajmain. Wa ba’du:

Terkait dengan pertanyaan pertama, tidak ada batasan berapa lama sebaiknya seorang suami menikah lagi setelah kematian isterinya. Yang penting adalah kondisi dan kesiapannya untuk menikah lagi. Kalau ia merasa memiliki kesiapan untuk menikah lagi, apalagi kebutuhan terhadanya sangat mendesak untuk menjaga diri dari perbuatan zina dst, maka sebaiknya ia segera menikah kembali. ِAdapun pandangan sebagian masyarakat bahwa orang yang baru kehilangan isteri tidak boleh menikah lagi sampai beberapa waktu tidak memiliki landasan. Ia bisa saja hanya merupakan kebiasaan, adat, dan tradisi setempat.

Kedua, terkait dengan hubungan dengan mertua, maka tetap seperti semula. Yaitu bahwa ia tetap merupakan mahram yang tidak bisa dan tidak boleh dinikahi. Hal itu berdasarkan QS an-Nisa: 23. Jadi ketika seorang laki-laki melakukan akad (menikahi) seorang wanita, ketika itu pula ibu wanita tersebut (mertua) otomatis tidak boleh diniikahi selamanya.

Ini berbeda dengan adik isteri, saat isteri meninggal dunia, maka adik atau kakak perempuannya boleh dinikahi. Namun di saat isteri hidup, saudara perempuannya itu tidak boleh dinikahi.

Adapun posisi anak anda terhadap saudara isteri, mereka tetap berposisi sebagai keponakan.

Wallahu a’lam

Wassalamu alaikum wr wb

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY