Nikah Tanpa Wali dan Suami Tidak Mau Shalat

Nikah Tanpa Wali dan Suami Tidak Mau Shalat

188
0
SHARE

Assalamualaikum wrwb .

Maaf kalau saya harus menanyakan hal ini karena saya tidak tahu harus bertanya kemana …
Pada tahun 2003 saya ( status janda ) menikah dengan Pria non muslim dan kami menikah secara siri dengan tanpa wali dari keluarga saya, dengan saksi dari pihak laki-laki dan teman saya.
Sampai saat ini kami hidup layaknya suami istri walau suami saya itu masih punya istri sebelumnya dan tidak bercerai.
Yang ingin saya tanyakan apakah pernikahan kami ini sah menurut agama Islam, secara ada yg mengatakan pada saya bahwa pernikahan saya ini menjadi tidak sah kr suami saya ini tidak menjalankan sholat 5 waktu walau dia mengakui dan meyakini agama Islam.
Mohon petunjuknya dan apabila betul seperti itu apa yang harus saya lakukan karena saya tidak ingin berdosa.
Terima kasih atas perkenannya menjawab pertanyaan saya, wasalamualaikum wrwb

Jawaban
Assalamu alaikum wr.wb.

Bismilllahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi Rabbil alamin. Ash-shalatu wassalamu ala Asyrafil anbiya’ wal Mursalin. amma ba’du:

Rumah tangga dan keluarga adalah sesuatu yang sangat fundamental dalam kehidupan manusia. Bahagia dan tidaknya seseorang di dunia dan akhirat kerapkali ditentukan oleh kondisi keluarga dan rumah tangganya. Karena itu, urusan membentuk rumah tangga bukan main-main atau coba-coba. Islam telah memberikan rambu yang sangat ketat ttg hal ini dan bahkan menyebutnya sebagai mitsaqan ghalizha (perjanjian yang sangat berat).

Terkait dengan pertanyaan Anda di atas: ada tiga masalah yang perlu dijelaskan:

Pertama terkait dengan pernikahan dengan pria non-muslim

Islam menggariskan bahwa seorang wanita muslimah tidak boleh menikah dengan pria non-muslim. Allah Swt berfirman, “Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (QS al-Baqarah [2]: 221).

Karena itu kalau ketika menikah dengannya, ia masih dalam kondisi non-muslim, maka pernikahan Anda tidak sah. Namun bila ketika akad nikah, ia sudah muslim, maka akad nikahnya sah.

Kedua, terkait dengan tidak adanya wali nikah dari pihak Anda sebagai calon isteri.

Dalam hal ini jumhur ulama berpendapat bahwa pernikahan yang tidak dihadiri atau tanpa direstui wali dari wanita, maka nikahnya tidak sah. Ini berlaku baik bagi yang berstatus gadis maupun janda berdasarkan hadits Nabi saw yang bersifat umum. Dalam kitab Nail al-Authar Nabi saw bersabda, Tidak ada nikah tanpa wali.” (HR Ahmad, Abu Daud, at-Tirmidzi) Beliau saw juga bersabda, Siapapun perempuan yang menikah tanpa izin walinya maka nikahnya batil, nikahnya batil, nikahnya batil. (HR Ahmad, Abu Daud, at-Tirmidzi)

Hanya saja, dalam hal ini Imam Abu Hanifah memiliki pendapat berbeda. Ia menganggap sah pernikahan janda meski tanpa wali selama dihadiri saksi.

Dengan demikian, kalau Anda menganut madzhab Hanafi, pernikahan Anda sah. Namun kalau merujuk kepada madzhab jumhur ulama yang mensyaratkan keberadaan wali, maka pernikahan Anda menjadi tidak sah.

 

Ketiga, terkait dengan keengganannya menunaikan shalat.

Kalau ia mengaku muslim tapi tidak mau mengerjakan shalat lima waktu menentang dan tidak mengakui syariat shalat, maka hukumnya kafir. Namun kalau ia mengakui dan menerima syariat shalat, namun tidak mengerjakan karena malas, maka para ulama berbeda pendapat. Sebagian mengatakan kafir, sebagian lagi mengatakan tidak kafir tetapi harus dihukum dan bertobat darinya.

Wallahu a’lam

Wassalamu alaikum wr.wb

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY