Tidak Boleh Berhubungan Dulu Sesudah Nikah Sirri

Tidak Boleh Berhubungan Dulu Sesudah Nikah Sirri

236
0
SHARE

Assalamu’alaikum. Saya mau menanyakan tentang perihal pernikahan. Beberapa bulan lagi saya akan melakukan pernikahan. Namun beberapa hari yang lalu saya diminta melakukan nikah siri oleh orang tua calon istri. Di situ hadir ayah kandung calon istri sebagai wali nikah, 2 orang saksi, serta ustadz sebagai penghulu & ibu kandung calon istri beserta calon istri sendiri. Saat itu saya mengucapkan ijab qabul beserta mahar uang tunai sesuai permintaan calon istri & saksi mengatakan sah.Permintaan nikah siri ini bertujuan agar tidak timbul fitnah karena calon istri saya bekerja satu kota dengan saya & hukumnya halal apabila saya bersentuhan dengan calon istri. Namun ortu calon istri & ustadz mengatakn masih tidak boleh berhubungan badan karena akad tersebut bertujuan seperti halnya sebatas tunangan. Yang saya tanyakn apakah kami sudah mnjadi suami istri yang sah di mata agama? Dan yang masih mengganjal d pikiran saya tentang perkataan orang tua calon istri & ustad yang tidak boleh melakukan hubungan badan dulu karena nikah siri tersebut masih bersifat tunangan, pdahal semua rukun nikah sudah terpenuhi. Mohon bimbingannya. Terima kasih. Wassalamu’alaikum

Jawaban
Assalamu alaikum wr.wb.

Bismilllahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi Rabbil alamin. Ash-shalatu wassalamu ala Asyrafil anbiya’ wal Mursalin. amma ba’du:

Kalau seluruh syarat dan rukun dalam akad nikah tersebut sudah ditunaikan (di antaranya ada wali, saksi, dan ijab qabul), maka Anda sudah sah menjadi suami istri. Karena itu pula, pada dasarnya sudah boleh melakukan hubungan suami istri.

Namun dalam kasus di atas  orang tua istri mungkin  berharap, sebelum pernikahan di catat pada KUA, jangan dulu hamil. Harapan itu bisa dipahami untuk kemaslahatan tertentu. Tinggal masalah teknis dan caranya saja.

Dan kalau sudah tidak ada penghalang, baiknya segera didaftarkan ke KUA utk dicatat secara legal. Sehingga sah secara agama dan legal secara hukum negara.
Wallahu a’lamWassalamu alaikum wr wb

Iman Santoso, Lc, MA

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY