Haruskah Isteri Bekerja?

Haruskah Isteri Bekerja?

222
0
SHARE

Assalamualaikum.ustad.dan.ustadzah

Saya ingin bertanya. Teman saya akan memasuki.dunia pernikahan dan menikah dengan laki-laki yang latar belakang keluarga yang berbeda. Sebagai contoh perbedaan yang mencolok dalam mencari rezeki dan memenuhi kebutuhan hidup.
Di dalam keluarga si laki-laki sdh lumrah wanita bekerja dan memenuhi kebutuhan hdup istri itu sendri dan membantu kebtuhan rumah tangga. Jadi sang istri tidak perlu tahu gaji suami berapa dan sang suami tidak wajib meberikan gajinya kepada sang istri

Sedangkan di keluarga wanita semua di kerjaan kan oleh suami tugas seorang istri hanya mengurus rumah tangga dansuami selalu memberitahu rezeki apa saja yg didapatkan kpd istri.
Sekarang setelah menjelang hari pernikahan ternyata hal ini selalu menimbulkan konflik sang pria dan wanita. Sang pria menuntut wanita untuk bekerja sehingga tidak merocoki gaji dari calon suami ini. Dan sang wanita bingung mendapatkan hal ini karena di dalam kluarganya wanita hanya mengurus rumah tangga. Walaupun wanita ini sekarang sudah bekerja. Tapi pekerjaan itu selalu mendapatkan ejekan dari suaminya dengan pkerjaan yg tidak seberapa gajinya di banding suami.

Ingin membatalkan pernikahan spertinya hal yg memalukan dan tidak mungkin. Jadi pertanyaanya, apa yg harus di lakukan oleh wanita ini pak ustad maupun ustadza mohon bimbingannya

 

 

Jawaban

Assalamu alaikum wr wb.

Bismilllahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi Rabbil alamin. Ash-shalatu wassalamu ala Asyrafil anbiya’ wal Mursalin. amma ba’du:

Alhamdulillah atas segala karunia Allah swt sehingga kita dapat mensyukuri nikmat sehat afiat, nikmat berilmu danmerasakan islam sebagai rahmat lil alamiin.

Salawat juga berlimpah kepada Rosulullah sang insan teladan memberikan contoh yang agung dan mulia mulai dari ibadah personal, berkeluarga bahkan berbangsa dan bertanah air.

Menikah adalah anugerah, sunah Rosulullah dan menjadi tanda- tanda kebesaran Allah swt.
Untuk itu, setiap pasangan yang akan dan sudah menikah perlu memahami konsep dasar pernikahan. Agar Indah nya ibadah melalui pernikahan dapat memberikan keberkahan dlm hidupnya.

Dalam Al-Quran surat 30 : 21 (surat favorit yg menjadi rutinitas dibacakan setiap prosesi pernikahan). Dimana dalam surat ini terangkum konsep pernikahan yang harus difahami dan dijadikan prinsip setiap pasangan suami istri.

1. Menikah adalah tanda-tanda kekuasaan Allah swt. Biasanya saat melihat keagungan dan kebesaran ciptaan Allah swt kita akan takjub dan mengucapkan subhanallah ataupun maa syaa Allah. Begitupun sepatutnya yang terjadi perjalanan hidup suami istri. Ketaqwaan menjadi bekal utama. Apapun kondisi suami dalam suka dan benci namun tetap mensikapi konflik rumah tangga tersebut dengan baik sehingga respon orang lain yang melihatnya adalah kekaguman dan membuktikan tanda-tanda kekuasaan Allah swt terdapat dalam keluarga yang bersangkutan.

2. Pasangan kita adalah dari jenis manusia, yang memiliki watak dasar pelupa, nafsu dan punya kekurangan dan kelebihan. Mulai dari sekarang setiap pasangan harus mencatat kelebihan dan kekurangan pasangan, agar kelak ketika menjalaninya akan disikapi dengan sabar dan syukur. Menikah berarti hidup dengan pasangan lengkap dengan kekurangan dan kelebihan. Menikah tidak hanya menyatukan 2 watak manusia tapi menyatukan 2 keluarga dengan budaya dan tradisi yang berbeda

3. Suami istri adalah pasangan yang saling melengkapi, mendukung, kerja sama dengan konsep tolong menolong dlm hal kebaikan menyangkut hak dan kewajiban. Bukan saling menuntut tapi memiliki prinsip memberi kebaikan, menebar manfaat dalam menunaikan hak dan kewajiban. Begitupun dalam kasus nafkah ini. Secara hukumnya dlm surat 2 : 233 dan Qs 4:34 Tertulis kewajiban suami adalah menafkahi istri dan anak2 mereka dalam kebutuhan sandang, pangan, papan, pendidikandan kesehatan mereka, karena Allah swt menggunakan kewajiban nafkah dengan bahasa “rezki”. Sepatut sebatas kemampuan para suami tersebut.

Adapun istri, posisinya sebagai pihak yang dinafkahi. Namun ketika istri ingin membantu suami dalam memenuhi nafkah keluarganya maka hukumnya mubah saja asalkan didasari dengan musyawarah dulu dengan suaminya dan lebih banyak manfaat daripada mudhorotnya.

Bicara masalah harta, dalam Qs 4: 32. Allah swt memberikan legalitas dan tidak boleh saling cemburu dan menghina atas rezki yang berbeda antara pendapatan suami ataupun istri dalam usaha/mata pencaharian masing-masing.
Hakekatnya walaupun istri bekerja, tidaklah menggugurkan kewajiban suami untuk menafkahinya. Istri bekerja hanya untuk konsep saling membantu dan menyalurkan potensi.

4. Kewajiban bersama adalah sakinah yaitu : Saling memberi kenyamanan, tetap setia dalam suka dan duka. Maka hadiah bagi keluarga tersebut Allah swt akan karuniakan ” Mawadah wa Rahmah” ( saling cinta dan kasih ) diantara mereka.

Semoga. Sahabat saudaraku ini mendapat pencerahan dan memulai menata diri. Bahwa menikah adalah ibadah dengan pengorbanan sabar dan syukur dalam menjalaninya. Itulah ketaqwaan yang menjadi bekal utama.

Wallahu a’lam

Wassalamu alaikum wr wb

Nur Hamidah, Lc MA

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY