Zakat Untuk Yatim dan Mushola

Zakat Untuk Yatim dan Mushola

551
0
SHARE

Asalamualaikum wr.wb..
Ustadz yang dirahmati Allah SWT,
yg saya tanyakan, bapak saya mendapat gaji setiap bulannya 23 juta. Setiap bulan sudah dipotong 2,5%, tetapi setiap bulan disimpan dulu dan baru dibagi setelah 3 bulan. Bolehkah saya memberi zakat kepada anak yatim di keluarga saya? Tetapi ibunya bekerja. Dan jika sebagian uang tsb diberikan kepada mushola di sekitar rumah apakah terhitung zakat penghasilan? terimakasih..Wassalamu alaikum wr.wb

 

 

Jawaban

Assalamu alaikum wr.wb.

Alhamdulillahi Rabbil alamin. Ash-shalatu wassalamu ala Rasulillahi wa ala alihi wa shahbihi. Amma ba’du:

Zakat gaji atau penghasilan baru dikeluarkan bila sudah mencapai nishab. Nishabnya menurut perhitungan kami adalah senilai 653 kg beras. Jadi, kalau pendapatan seseorang senilai dengan 653 kg beras, maka dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5% darinya. Dalam hal ini gaji atau penghasilan Anda sudah mencapai nishab sehingga harus dikeluarkan zakatnya.

Kemudian pada dasarnya zakat yang merupakan hak mustahik harus segera diberikan dan ditunaikan; tidak boleh ditunda agar bisa segera dimanfaatkan dan agar kewajiban tersebut segera tertunaikan. Jika Anda memberikan kepada anak yatim yang menjadi pertanyaan adalah apakah anak yatim tersebut tergolong fakir miskin atau salah satu mustahik yang berhak mendapat zakat. Kalau ia termasuk mustahik, yaitu delapan golongan seperti yang disebutkan dalam surat at-Taubah: 60, maka boleh mendapat zakat.

Adapun untuk mushola tidak dibenarkan karena bukan termasuk yang berhak mendapat alokasi dana zakat. Dana untuk mushola dan sejenisnya bisa dari alokasi sedekah, infak, atau wakaf.

Wallahu a’lam

Wassalamu alaikum wr wb

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY