Bekerja Sebagai Debt Collector

Bekerja Sebagai Debt Collector

689
0
SHARE

Assalamualaikum ustad
Perkenalkan nama saya lingga, sy seorang karyawan di sebuah finance di banten, sy sdh bergelut di dunia finance sejak 2009. Sy kerja di bagian penagihan ( debt collector ), ustad apa penghasilan yg saya terima setiap bulan ini riba ? Mengingat keuntungan yg di terima oleh perusahaan sy adalah hasil keuntungan dari bunga,, mohon petunjuk ustad agar saya bisa menafkahi keluarga saya dari rezeki yang halal,, dalam hati kecil saya , saya selalu berteriak takut akan dosa. Takut akan neraka karena saya sdh menafkahi anak dan istri saya dr uang riba

 

Mohon jawabannya ustad,

 

 

Jawaban

Assalamu alaikum wr.wb.

Alhamdulillahi Rabbil alamin. Ash-shalatu wassalamu ala Rasulillahi wa ala alihi wa shahbihi. Amma ba’du:

Bekerja dibagian penagihan (debt collector) pada dasarnya dibolehkan sepanjang dilakukan untuk memenuhi hak pemberi hutang dan mendorong pemilik hutang untuk melunasinya. Namun menjadi tidak dibenarkan jika dalam pelaksanaannya mengandung unsur kemunkaran seperti menyakiti atau menzalimi orang yang berhutang jika memang dia mampu membayar.

Termasuk perkara yang terlarang dalam bidang ini adalah apabila pemilik hutang menerapkan praktek riba dalam transaksi hutang piutangnya, seperti menentukan bunga atas setiap pinjaman yang diberikan. Maka, bekerja sebagai debt collector pada orang atau lembaga tersebut termasuk dalam larangan Allah yaitu saling tolong menolong dalam dosa dan permusuhan, sebagaimana tercantum dalam surat Al-Maidah: 2. Juga termasuk dalam hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا ، وَمُؤْكِلَهُ ، وَكَاتِبَهُ ، وَشَاهِدَيْهِ . وَقَالَ : هُمْ سَوَاءٌ

“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melaknat pemakan riba, perwakilannya, pencatatnya dan kedua saksinya.” Beliau berkata, “Mereka semua sama (dosanya).” (HR. Muslim)

Kami berpendapat, hendaknya anda meninggalkan pekerjaan seperti itu untuk menyelamatkan diri dan keluarga anda dari sumber harta yang haram. Insya Allah, sesuatu yang kita tinggalkan karena Allah, akan diganti dengan yang lebih baik darinya. Keridhaan dan keberkahan dari Allah lebih utama ketimbang harta haram, walaupun banyak.

Semoga Allah kuatkan diri anda dan kita semua di jalan Allah dan berikan kepada kita sumber-sumber rizki yang halal.

 

Wallahu a’lam.

Abdullah Khaidir, Lc

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY