Membuat Dupa untuk Umat HIndu

Membuat Dupa untuk Umat HIndu

661
0
SHARE

Yth. Pak Ustadz
Assalamualikum….
Saya beragama islam..saya tinggal di Bali, saya mempunyai keahlian membuat dupa dan memasarkannya. Awal tahun ini saya berencana untuk memulai usaha produksi dupa dan memasarkannya untuk umat Hindu di wilayah bali dan Lombok. Apakah hukumnya : Halal, Haram, atau mubah membuat dan memasarkan Dupa untuk ibadah umat hindu tersebut. Terimaksih atas pencerahannya. Wassalamualaikum…
Regards,Pramono

 

 

Jawaban

Assalamu alaikum wr.wb.

Alhamdulillahi Rabbil alamin. Ash-shalatu wassalamu ala Rasulillahi wa ala alihi wa shahbihi. Amma ba’du:

Sebagaimana sudah menjadi aqidah kita umat Islam, agama yang dibenarkan hanyalah agama Islam. Maka konsekwensi pemahaman berikutnya adalah bahwa agama lain selian Islam adalah batil, termasuk keyakinan dan praktek ibadah di dalamnya.

Jika telah kita yakini hal tersebut, maka berkontribusi secara langsung dari tindakan kebatilan dilarang dalam agama, sebagaimana ayat yang cukup dikenal dari Al-Quran, surat Al-Maidah: 2

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ (سورة المائدة: 2)

“Hendaklah kalian saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa, janganlah kalian saling tolong menolong dalam dosa dan permusuhan.” (QS. Al-Maidah: 2)

Juga berdasarkan kaidah yang cukup dikenal,

الوَسَائِلُ لَهَا أَحْكَامُ الْمَقَاصِدِ

“Sarana memiliki hukum yang sama dengan tujuannya.”

Jika tujuannya telah diketahui kebatilannya, maka sarana yang jelas-jelas digunakan untuk hal itu menjadi batil juga dan tentu saja tidak dibolehkan.

Jadi dalam hal ini penekanannya bukan pada dupanya, tapi pada penggunaannya yang telah kita ketahui sebelumnya. Sama halnya seperti menjual buah anggur yang asalnya dihalalkan, namun jika kita ketahui bahwa orang tersebut akan mengolah anggur itu untuk dijadikan khamar, maka haram bagi kita menjual anggur kepada orang tersebut.

Maka kesimpulannya, menjual dupa kepada orang beragama Hindu yang kita ketahui pasti akan digunakan untuk peribadatan mereka, tidak dibolehkan. Insya Allah, jika bapak tinggalkan hal itu karena Allah, akan diganti yang lebih baik olehNya. Aamiin.

Wallahu a’lam

Wassalamuu alaikum wr wb

Abdullah Khaidir, Lc

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY