Anda di halaman: Home Aqidah Membuat Kue dengan Hiasan Orang atau Hewan

Membuat Kue dengan Hiasan Orang atau Hewan

Assalamu'alaikum wr.wb,

Apakah benar hukumnya haram jika kita membuat kue dengan hiasan orang atau hewan atau jika kita membuat patung orang atau hewan? Sy membaca disalah satu blog, berdasarkan HR. Muslim 5506, hal itu adalah haram. Mohon penjelasannya, terima kasih. Wassalamu'alaikum wr. wb.

Jawaban

Assalamu alaikum wr.wb. Persoalan membuat gambar atau lukisan yang berbentuk hewan atau makhluk hidup  disikapi secara berbeda oleh para ulama. Paling tidak dalam hal ini terdapat tiga pendapat terkait dengan persoalan tersebut:

Pendapat pertama: yang mengharamkan secara mutlak. Ini merupakan pendapat kalangan Hanafi, Syafii, dan Hambali. Mereka berpendapat bahwa gambar atau lukisan baik yang berbentuk tiga dimensi maupun dua dimensi adalah haram. Di antara dalil yang mereka pergunakan adalah sabda Nabi saw yang berbunyi, "Orang yang paling berat siksanya di hari kiamat adalah para penggambar atau pelukis." Dalam riwayat lain, "Orang yang paling berat siksanya di hari kiamat adalah mereka yang membuat yang serupa dengan ciptaan Allah."

Pendapat kedua: haram jika memenuhi sejumlah syarat. Menurut kalangan Maliki dan sebagian salaf, gambar dan lukisan yang diharamkan secara mutlak adalah yang memenuhi syarat berikut:

1. Berbentuk tiga dimensi seperti patung. Namun jika lukisan dua dimensi tidak haram; tetapi makruh. Menurut Ibnul Arabi, yang disepakati keharamannya adalah yang gambar tiga dimensi.

2. Organ-organ tubuhnya lengkap. Jika bagian tubuh yang vital tidak ada di mana tanpa itu tubuh tidak mungkin bisa hidup, seperti patung tanpa kepala dst, maka tidak haram.

3. Gambar atau patungnya dibuat dari bahan yang tahan lama seperti besi, tembaga, batu dst. Namun jika dari kulit buah semangka atau adonan yang tidak tahan lama maka tidak diharamkan. Meskipun ada pula sebagian ulama yang tetap mengharamkan.

Pendapat ketiga: yang mengatakan tidak haram. Menurut sebagian ulama, yang diharamkan adalah yang ditujukan untuk menjadi sesembahan selain Allah. Di antara dalillnya adalah firman Allah tentang Sulayman: "Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakiNya dari gedung-gedung yang Tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku." (QS as-Saba: 13). Menurut mereka syariat sebelum kita juga merupakan syariat untuk kita selama tidak dinasakh.

Juga menurut mereka bahwa hadits yang berbunyi, "Orang yang paling berat siksanya di hari kiamat adalah mereka yang membuat yang serupa dengan ciptaan Allah," jika hadits ini diambil secara lahiriah berarti melukis pohon, gunung juga tidak boleh karena termasuk makhluk Allah. Namun ternyata ia tidak diharamkan. Dengan demikian, yang dilarang adalah jika ditujukan untuk menyaingi ciptaan Allah lalu mengaku bisa menciptakan seperti ciptaan-Nya.

Selanjutnya terkait dengan hadits yang berbunyi, " Orang yang paling berat siksanya di hari kiamat adalah para penggambar atau pelukis." Menurut mereka andaikan maksudnya gambar atau lukisan biasa maka menimbulkan persoalan dalam kaidah syariat. Pasalnya dosa dan maksiat paling besar adalah syirik, membunuh jiwa, lalu berzina. Lalu bagaimana mungkin orang yang menggambar siksanya paling berat. Sudah pasti hal itu karena dibuat untuk menjadi sesembahan atau untuk perbuatan menyekutukan Allah.

Demikian perbedaan pendapat di kalangan ulama. Kalau mengambil pendapat pertama, maka membuat patung hewan hukumnya haram, apapun medianya. Sementara jika melihat kepada pendapat kedua, karena kue tidak bersifat tahan lama, maka masih ditolerir. Sementara kalau berpatokan pada pendapat ketiga, hal itu tidak dilarang selama tidak untuk dijadikan sesembahan atau barang sakral.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Wassalamu alaikum wr.wb.

 

 

MP3 Ceramah

Manajemen waktu

Teknisi

Banner
CALL CENTER/OFFICE:
021-8575426

Visitor

Hari ini2678
Kemarin3104
Minggu ini5782
Bulan ini78174
Keseluruhan587950

Terdapat 72 pengunjung online