Anda di halaman: Home Aqidah Syahid Karena Melahirkan

Syahid Karena Melahirkan

Assalamualaikum, saya ingin bertanya..mengenai hadits yang menyatakan ttg wanita yg meninggal ketika melahirkan masuk syurga?

1. apakah hadits tersebut shahih?

2. Apakah setiap wanita yang meninggal ketika melahirkan itu masuk syurga? tanpa melihat bagaimana latar belakang kehidupan/pekerjaannya/amalannya selama didunia? Mohon penjelasannya, terima kasih.

Assalamu alaikum wr.wb.

Ubadah ibn Shamit ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bertanya, "Siapa yang kalian anggap sebagai syahid?" Mereka menjawab, "Yang berperang hingga terbunuh di jalan Allah Swt." Mendengar jawaban tersebut beliau bersabda, "Kalau begitu orang yang syahid di antara umatku sedikit. Namun, orang yang terbunuh di jalan Allah syahid, orang yang mati karena penyakit di perut syahid, orang yang kena wabah penyakit syahid, wanita yang meninggal dunia sementara dalam perutnya terdapat janin juga syahid (entah sebelum atau sesudah melahirkan)." (HR Imam Ahmad, Ibn Majah, dan Ibn Hibban).

Berdasarkan hadits di atas para ulama menegaskan bahwa wanita yang meninggal dunia karena melahirkan juga termasuk syahid; meskipun maksudnya adalah syahid akhirat yang berbeda dengan syahid dunia (mati karena berperang di jalan Allah) dilihat dari sisi perlakuan terhadapnya. Orang yang syahid akhirat seperti karena kena wabah, tenggelam, melahirkan dst tetap dimandikan, dikafani, dan disalatkan.

Hanya saja untuk mendapatkan pahala syahid terdapat sejumlah syarat. as-Subki menegaskan saat ditanya tentang mati syahid dan hakikatnya, "Ia adalah kondisi mulia yang didapat hamba saat mati. Namun ia memiliki sebab dan syarat." Di antara syaratnya adalah bersabar dan mengharap ganjaran Allah atas penderitaan yang dialami.

Rasul saw menegaskan bahwa orang yang mati syahid akan mendapatkan ampunan, akan melihat tempatnya di sorga, terlindung dari siksa kubur, aman dari huru-hara kiamat, diberi mahkota permata yang lebih baik dari dunia dan seisinya, dinikahkan dengan 72 bidadari, bisa memberi syafaat kepada 70 keluarga dekatnya.

Dengan demikian, orang yang mati syahid mendapat kedudukan terhormat di dunia dan akhirat. Namun itu bukan berarti mereka terlepas dari hisab sama sekali. Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda, "Orang yang mati syahid diampuni semua dosanya kecuali hutang."

Artinya, ia tetap mendapat hisab; terutama kaitannya dengan perbuatan yang dilakukan kepada manusia. Akan tetapi, hisab yang mereka dapatkan adalah hisab yang ringan. Begitu yang disampaikan oleh para ulama.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Wassalamu alaikum wr.wb.

 

 

 

MP3 Ceramah

Manajemen waktu

Teknisi

Banner
CALL CENTER/OFFICE:
021-8575426

Visitor

Hari ini3502
Kemarin4791
Minggu ini10427
Bulan ini101926
Keseluruhan611879

Terdapat 86 pengunjung online