Anda di halaman: Home Aqidah Hari Kiamat

Hari Kiamat

Ahmad

Assalamualaikum Wr. Wb. Saya pernah membaca di Surat 31 Luqman : 34 yang isinya “Innallaha ‘indahuu ‘ilmus saa’ati...” yang artinya “Sesungguhnya Allah, disisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat...” Lalu saya juga pernah membaca di Surat 43 Az Zukhruf: 61 “Wa innahu la’ilmul lis saa’ti fa laa tamtarunna bihaa wa tabi’uuni hadzaa shiraathum mustaqiim” Dan sesungguhnya ‘Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutlah Aku. Inilah jalan yang lurus. Kalo hanya Allah saja yang tahu hari kiamat dan Isa tahu tentang hari kiamat bukannya berarti dia itu Allah.

Jawaban:

Assalamualaikum wr. wb. Sekilas bila kita tidak meneliti tafsir ayat itu, bisa saja seseorang beranggapan seperti itu. Tapi coba perhatikan baik-baik bunyi ayat itu. Memberi pengetahuan tentang hari kiamat tidak harus memberi informasi tentang waktu kejadiannya secara tepat. Karena masalah kiamat bukan sekedar kapan hari dan tanggalnya, lebih dari itu, esensi tentang kiamat adalah memberitahukan manusia bahwa hari kiamat itu ada. Dan hari kiamat itu adalah akhir dari segalanya. Manusia semua akan dikumpulkan, dihisab dan dimintai pertangung-jawabannya. Saat itu satu sama lain sudah tidak saling kenal lagi karena semua sibuk. Dan seterusnya. Di dalam Al-Quran dan Hadits cukup banyak informasi tentang hari kiamat baik cirinya, apa yang akan terjadi, prosesnya dan tanda-tandanya.

Bahkan berkaitan dengan hari kiamat ini, telah berjilid-jilid kitab ditulis oleh para ulama. Nah, sekian puluh ayat Al-Quran, sekian ratus hadits dan berjilid kitab itu apakah bukan informasi tentang kiamat? Kalau bukan, lantas apa? Hanya satu saja yang tidak disebutkan baik dalam Al-Quran, Hadits maupun kitab-kitab itu, yaitu hari H. Hari apa dan tanggal berapa akan terjadi kiamat itu? Itu yang tidak seorangpun tahu bahkan juga Nabi Muhammad SAW. Termasuk juga Nabi Isa AS. Beliau pun bila ditanya tentang hari H, juga tidak tahu kapan terjadinya. Karena satu informasi itu hanya milik Allah saja. Kalaupun (atas izin Allah) Nabi Isa diberitahu kapan hari kiamat, lantas bagaimana tiba-tiba sekedar tahu sepotong informasi bisa jadi tuhan?

Ini logika yang sangat tidak nyambung. Bukankah yang namanya tuhan itu Maha Mencipta Alam Semesta, Membuat kehidupan dan seterusnya. Lalu bagaimana seorang anak manusia yang tadinya tidak ada lantas naik pangkat jadi tuhan hanya karena sepotong informasi? Silahkan renungkan!

Wallahu a‘lam bis-shawab. Wassalamualikum wr. wb.

 

MP3 Ceramah

Manajemen waktu

Teknisi

Banner
CALL CENTER/OFFICE:
021-8575426

Visitor

Hari ini3543
Kemarin4791
Minggu ini10468
Bulan ini101967
Keseluruhan611920

Terdapat 59 pengunjung online