Anda di halaman: Home Aqidah Madzhab Aqidah

Madzhab Aqidah

Priyo Jatmiko

Pertanyaan

Saya ngaji di kampus dan mengenal aqidah salaf, salah satu kitabnya adalah thahawiyah dan fathul majid-nya bin baz. Seingat saya umat yang mengaku salaf, misal NU menganggap aqidah maturidiyah/asy-ariyah sebagai aqidahnya ahlus sunnah yang otentik. Saya sendiri kurang mendapat penjelasan yang seimbang/memuaskan dari ustad di jogja. Bisakah ustadz jelaskan tentang perbandingan aqidah-aqidah tersebut dan jika asas persatuan umat islam adalah aqidah, bisakah saya bersatu dengan mereka yang menganut aqidah-aqidah tersebut. Jazakallah semoga Allah memudahkan.

Jawaban:

Assalamualaikum wr. wb. Ahlisunnah wal Jamaah adalah mazhab akidah yang dianut oleh sebagian besar umat Islam sejak dari zaman para shahabat hingga kini. Meski demikian, di dalamnya ada juga beberapa kecenderungan dan ragam pemikiran sesuai dengan perkembangan masanya. Seperti pada masa penerjemahan besar-besaran buku-buku dari eropa di masa keemasan Islam abad pertengahan, bersamaan dengan itu terjadi pula masuknya pemikiran theologi barat yang rasionalis. Saat itu dunia Islam mengalami perkenalan dengan pemikiran theologis. Maka sebagai akibatnya, muncullah beragam aliran akidah yang lebih bersifat debat kusir berkaitan dengan konsep tuhan, taqdir dan seterusnya.

Dalam pada itu, mazhab ahlussunnah wal jamaah tidak luput dari beragam pengaruh. Misalnya yang dialami oleh aliran Al-Maturidi dan Asy-‘ari. Meski secara umum masih berada dalam koridor ahlussunnah, namun dalam beberapa kasus tertentu, ada juga pendapat mereka yang katakanlah menyerupai mu‘tazilah, atau rasionalitas dan sebagainya. Namun menurut hemat kami, adanya ragam dan corak dalam ahlussunah itu tidak sampai mengeluarkan mereka dari kumpulan paham ahlussunnah wal jamaah. Karena secara umum, pada tataran pokok, mereka tetap memegang teguh manhaj ahlisunnah. Bila ada satu dua kasus dimana mereka menyerupai kalangan rasionalis misalnya, harus diperhatikan juga perkembangan pemikiran saat itu yang memang sedang menjadikan ratio sebagai titik sentral pertimbangan. Seperti yang dialami al-Ghazali dalam proses pencariannya, pernah pula dia menggunakan dalil-dalil rasional untuk dijadikan hujjah dalam menghadapi gelombang rasionalitas yang di zaman itu sangat dahsyat.

Meski pada akhirnya Al-Ghazali kembali kepada ilmu-ilmu naqli. Memang ada kalangan pemeluk mazhab ahlisunnah yang agak ketat dalam membuat peta. Mereka sering mengatakan bahwa Asy‘ariyah dan Maturidiyah sudah keluar dari koridor ahlisunnah wal jamaah. Ini memang menjadi topik yang hangat untuk dibicarakan. Namun demikian, jangan lupa diperhatikan bahwa saat ini secara umum umat Islam sebaiknya tidak digiring kepada perdebatan seperti itu karena selain bukan pada maqamnya, perdebatan seperti itu kurang produktif. Toh bila kita melihat ada hal-hal yang kurang tepat dalam cara pandang sebagian umat Islam, tidak perlu dengan mengungkit akar pemikirannya, karena sebagian umat Islam itu awam atas prinsip dasar aqidah mereka. Yang mereka butuhkan adalah petunjuk yang bersifat praktis dan produktif dengan dalil-dalil yang shahih dan kuat. Bukan apa-apa, karena sebagian bear yang diperdebatkan dalam masalah aqidah dan theologi itu bukan masalah yang prinsipil yang membatalkan keimanan seseorang.

Wallahu a‘lam bis-shawab. Wassalamualaikum Wr. Wb.

 

MP3 Ceramah

Manajemen waktu

Teknisi

Banner
CALL CENTER/OFFICE:
021-8575426

Visitor

Hari ini3343
Kemarin4791
Minggu ini10268
Bulan ini101767
Keseluruhan611720

Terdapat 80 pengunjung online