Anda di halaman: Home Aqidah Hio Dan Tradisinya Dalam Islam

Hio Dan Tradisinya Dalam Islam

Kaisar

Pertanyaan

Kekasih saya seorang keturunan Chinesse, dan saat ini merencanakan pernikahan dan mengikuti agama yang saya anut yaitu Islam, satu yang ingin saya tanyakan adalah dalam tradisi chinesse ada tradisi menyembahyangin orang tua yang sudah meninggal dengan menggunakan HIO. Bagaimana secara hukum Islam mengenai hal ini?

Jawaban

Assalamualaikum wr. wb. Dalam konsep Islam, sembahyang adalah sholat kepada Allah yang tatacara dan ketentuannya telah diatur dalam syariah. Sedangkan sembahyang dalam arti menyembah kepada selain Allah adalah perbuatan syirik, termasuk menyembah arwah orang tua. Buat orang yang sudah mati, Islam memerintahkan untuk mendoakannya serta memohon ampunan kepada Allah atasnya serta menyambung silaturrahimnya. Itu bila yang telah meninggal adalah muslim.

Bila istri anda seorang muslimah, maka wajib baginya untuk meninggalkan praktek syirik seperti itu, minimal untuk dirinya sendiri. Bila keluarganya masih bersikeras menerapkan ajaran agama mereka, kita memberi toleransi dan kebebasan, namun berlepas diri dari hal itu. Tetapi bukan berarti boleh saling mencampur aduk tatalaksana tiap ajaran dan menciptakan agama pembauran dengan dalil toleransi dan kebersamaan.

Penggunaan hio sendiri bila memang bebas dari nilai ibadah dan syiar agama tertentu dan sekedar akulturasi budaya, maka masih mungkin ditolerir. Barangkali kasusnya seperti model pakaian ‘baju koko’ yang berasal dari baju orang cina namun berakulturasi dengan budaya muslimin di Indonesia. Disebut koko, konon itu adalah sebutan untuk ‘kakak’. Tapi nilai ibadah dan syiar agamanya sudah tidak ada lagi.

Wallahu a‘lam bis-shawab. Wassalamualaikum wr. wb.

 

MP3 Ceramah

Manajemen waktu

Banner
Banner

Visitor

Hari ini10084
Kemarin2555
Minggu ini10084
Bulan ini79581
Keseluruhan695355

Terdapat 103 pengunjung online