Anda di halaman: Home Aqidah Paham Inkaru As-Sunnah

Paham Inkaru As-Sunnah

Sapto Adi

Pertanyaan:

Assalammualaikum wr.wb. Kakak ipar saya sebelumnya non muslim, setelah menikah dengan kakak saya (perempuan) lalu menjadi muslim yang taat hingga sanggat fanatik. Persoalannya adalah sudah sekitar 10 tahun ini kakak saya tersebut tidak mengakui hadist/sunnah Rosul dan hanya berpedoman pada Al‘Quran saja (hadist katanya tidak ada yang benar). Kejadian ini setelah dia mengikuti pengajian disuatu tempat (sekarang rutin sebulan sekali pengajian dirumahnya yang diikuti 10 s/d 15 orang dan bergantian tempatnya).

Dan sekarang seluruh keluarganya mengikuti jejak kakak ipar saya. Jika sholat jum‘at tempatnya ada didaerah kuningan (jakarta), saya pernah diajak sholat dimasjid tersebut dan ternyata yang sholat disitu 95% bukan orang-orang sekitar situ dan tata cara sholat jum‘atnya berbeda dengan tempat-tempat lain. Kadang-kadang saya berdebat mengenai keyakinan kakak saya tersebut, saya sudah jelaskan dengan berbagai cara tetapi jika keterangan saya tidak diambil dari Al‘Quran dia langsung mengejek menurut mereka hanya kelompoknya saja nanti yang masuk surga. Menurut bapak apakah kakak saya benar, jika salah bagaimana menyadarkannya, adakah dalil-dalil atau ayat-ayat dalam Al‘Quran yang menjelaskan mengenai sunah/hadist. Terimakasih atas jawabannya Wassalam

Jawaban:

Assalamualaikum wr. wb. Nampaknya kakak ipar anda itu terkena ajaran ingkarus-sunnah. Memang sekarang ini di antara salah satu tempat yang banyak mereka gunakan adalah Masjid di Pedurenan. Masjid itu kini disebut Kuningan Jakarta, yaitu Mesjid Al-Huda. Masjid ini termasuk mesjid aneh karena banyak tata cara ibadahnya yang berbeda sangat mencolok dengan umumnya bentuk ibadah ahli sunnah wal jamaah yang dianut masyarakat sekitar. Dulu masjid itu dipimpin oleh Abdurrahman yang sering dipangil pak Amang. Padahal tokoh yang sudah meninggal ini dulunya banyak mengikuti pendapat kalangan PERSIS yang justru yang kuat dalam memegang teguh hadits dan sunnah. Namun entah bagaimana, akhirnya berbelok dan malah mengingkari sunnah.

Jamaah yang aktif di masjid ini terbatas pada keluarga tertentu karena memang paham ingkarus sunnah ini bertentangan dengan garis syariah. Kalau pun ada yang aktif, kebanyakan datang dari luar daerah itu. Masyarakat sendiri tidak terlalu peduli dengan keberadaan ajaran ini di masjid meski telah mengetahuinya sejak lama lebih dari 15 s/d 20 tahun yang lalu. Senjata mereka adalah berdebat kusir yang dipoles dengan beragam retorika. Tapi sebenarnya bila berhadapan dengan mereka yang memiliki latar belakang aqidah yang kuat serta pemahaman tentang sejarah (ilmu hadits), mereka akan menghindar, karena tidak akan mampu mempertahankan argumennya.

Jadi argumen mereka itu hanya berguna bila yang dihadapi adalah orang-orang awam yang tidak punya pemahaman yang dalam. Ini adalah sasaran empuk buat mereka dalam rangka membelokkan aqidah dan fikrah yang lurus. Biasanya, mereka menggunakan bahasa logika dan iptek biar terkesan logis dan ilmiyah. Orang awam yang baru kenal Islam dan masih dalam proses mencari sangat bisa dipastikan terkena paham ini. Ibarat anak ayam kehilangan induk di hadapan musang kelaparan. Mungkin anda perlu meminta bantuan orang yang level pemahaman keIslamannya lebih dalam dan juga memahami gaya aliran ingkarus sunnah ini, sehingga argumen-argumennya dapat dengan mudah dipatahkan. Tapi jangan kaget kalau kakak anda itu menolak atau menghindar, karena tahu pasti argumennya akan dipatahkan dengan mudah.

Sebenarnya, anda pun bila ada waktu untuk sedikit menekuni duduk perkara masalah ini bisa mematahkan argumen mereka dengan mudah. Ada banyak buku yang telah ditulis baik oleh ulama ahli hadits dalam negeri atau luar negeri tentang hakikat ingkarus sunnah. Diantaranya adalah karya Ali Musthafa Ya‘qub, MA (Kritik Hadits), salah satu pakar hadits di Indonesia. Disitu dikupas tuntas siapakah ingkarus sunnah dan apa motivasi mereka dan kelemahan argumen mereka. Silahkan baca buku itu dan pahami baik-baik dan selamat berdakwah.

Wallahu a‘lam bis-shawab. Wassalamualaikum wr. wb.

 

MP3 Ceramah

Manajemen waktu