Anda di halaman: Home Haji Larangan (Merusak Pepohonan) Saat Berhaji

Larangan (Merusak Pepohonan) Saat Berhaji

Dalam menjalankan rukun haji, seorang yang sedang berpakaian ihram dalam melaksanakan haji diharamkan melakukan pelanggaran yang telah ditentukan oleh Allah dan RasulNya, seperti merusak tanaman/pohon, membunuh binatang, berkelahi dan melakukan tindakan lain yang dilarang oleh agama.

Sebagaimana diketahui zaman dalulu yang namanya Padang Arafah adalah daerah tandus di Bukit Rahmah yang tidak ada pepohonan, melainkan padang pasir dan bebatuan. Tapi atas jasa dan gagasan presiden Sukarno lah Padang Arafah saat ini sudah terhampar pepohonan yang didatangkan dari Indonesia dengan tanahnya yang juga didatangkan dari Indonesia dan sebagiannya dari Thailand.

Yang jadi pertanyaannya adalah: khusus untuk larangan merusak pepohonan bahkan seandainya memetik ranting pohon yang tumbuh di area Arafah maka peserta haji diwajibkan bayar DAM (denda). Apakah larangan ini datang dari zaman nabinya atau bentuk ijma pemerintah Arab?

Terima kasih

Hedi

 

 

Jawaban

Assalamu alaikum wr.wb.

Alhamdulillahi Rabbil alamin. Wasshaatu wassalamu ala Rasulillahi. Amma ba'du:

Larangan menebang, memetik, atau mencabut dahan serta ranting pepohonan di tanah haram (suci) bukan berasal dari pemerintah Saudi. Tetapi berasal dan berdasarkan sabda Rasul saw.

Di antaranya beliau bersabda, "Sesungguhnya Ibrahim telah mengharamkan Mekah, maka aku sungguh telah mengharamkan Madinah di antara kedua gunungnya. Pohonnya tidak boleh dipotong dan binatang buruannya tidak boleh diburu." (HR. Muslim)

Hanya saja para ulama berbeda pendapat mengenai pohon seperti apa yang tidak boleh dicabut atau dipetik? apakah hanya yang tumbuh dengan sendirinya atau juga yang tumbuh karena ditanam.

Terlepas dari perbedaan di atas, jelas dalil larangannya adalah sabda Rasul saw.

Wallahu a'lam

wassalamu alaikum wr.wb

 
Banner

Visitor

Hari ini126
Kemarin2077
Minggu ini10525
Bulan ini50903
Keseluruhan2958877

Terdapat 57 pengunjung online

Banner