Anda di halaman: Home Ibadah Tata Cara Shalat Tobat dan Mandi Junub

Tata Cara Shalat Tobat dan Mandi Junub

Assalamu'alikum Wr Wb,

Saya Rizki dari Bandung, izin bertanya pak ustadz.1. Untuk pelaksanaan shalat taubat, berapa rakaat dan tata cara yang baik dan benar seperti apa?2. Saya sebelumnya telah melaksanakan mandi junub, apakah setelah mandi junub saya harus wudhu lagi atau tidak ?3. Bagaimana cara menenangkan pikiran yang kacau? adakah do'a dan dalil naqli yang berkaitan dengan bagaimana cara menenangkan pikiran?Terimakasih atas perhatiannya, saya harap pak ustadz dapat menjawab pertanyaan saya dengan segera.

Assalamu alaikum wr.wb.

Rasulullah saw bersabda, "Tidaklah seorang hamba berbuat dosa lalu ia berwudhuk dengan benar dan menunaikan shalat dua rakaat, lalu meminta ampunan kepada Allah, kecuali Allah akan memberikan ampunan kepadanya." (HR Abu Daud).

Jadi cara melaksanakan shalat taubat adalah dengan shalat dua rakaat seperti shalat yang biasa dilakukan. Lalu setelah itu ia meminta ampunan kepada Allah. Tidak ada bacaan surat khusus yang disebutkan oleh Rasul saw. Artinya orang yang melakukan shalat tobat boleh membaca surat apa saja dari Alquran. Juga tidak ada tambahan sujud khusus sesudahnya.

Lalu terkait dengan mandi junub (mandi besar) maka Ibnu Abdil Barr berkata, "Orang yang mandi junub jika tidak berwuduk dan ia sudah membasuh seluruh tubuhnya, berarti ia telah menunaikan kewajibannya. Pasalnya, yang diwajibkan kepada orang yang sedang junub adalah mandi; bukan wuduk sebagaimana bunyi firman-Nya dalam QS al-Maidah: 6, "Jika kalian dalam kondisi junub, bersucilah (mandilah).". Tidak ada perbedaan di antara ulama tentang hal tersebut. Namun sebaiknya sebelum mandi terlebih dahulu berwuduk seperti yang dicontohkan oleh Nabi saw."

Adapun terkait dengan ketenangan pikiran, hal itu insya Allah bisa didapatkan lewat:

1. Penanaman akidah yang benar bahwa Allah Mahakuasa, Maha Bijaksana, Maha Mengetahui; bahwa Dia tidak pernah membiarkan hamba-Nya yang beriman, serta bahwa semua ketentuan Allah pasti mendatangkan kebaikan.

2. Pelaksanaan ibadah, terutama shalat, zikir, dan munajat kepada Allah. Sebab, semua itu merupakan nutrisi yang dibutuhkan oleh jiwa sehingga kebutuhannya akan terpenuhi. Allah befirman, "Orang-orang beriman dan hati mereka menjadi tenang dengan zikir mengingat Allah. Ketahuilah, hanya dengan zikir mengingat Allah hati menjadi tenang." (QS ar-Ra'ad: 28). Rasulullah saw setiap kali mendapatkan persoalan, beliau melaksanakan shalat. Juga banyak doa yang bisa dibaca dalam kondisi hati resah dan gelisah.

3. Menjauhi dosa dan maksiat sebab maksiat itulah yang membuat hati menjadi galau.

Wallahu a'lam

Wassalamu alaikum wr.wb.

 

MP3 Ceramah

Manajemen waktu

Banner
Banner

Visitor

Hari ini226
Kemarin2184
Minggu ini18109
Bulan ini54085
Keseluruhan769672

Terdapat 36 pengunjung online