| Memilih Sebuah Gerakan |
|
Assalamu 'Alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh. Jawaban Assalamu alaikum wr.wb. Kita perlu merenungkan Beberapa Nash tentang urgensi berkelompok dalam kebaikan. 1. Perintah beriman dan beramal didalam al-quran disebutkan dengan bentuk jamak, seperti yaa ayyuhal ladziina aamanuu "hai orang-orang yang beriman". Terlihat dalam Qs 22 : 77 , kalian ruku sujud dan beribadahlah, dan kalian berbuat baiklah.. 2. Alloh swt mencintai barisan orang yang beriman saat berjihad sepperti bangunan yang kokoh, Qs 61 : 2. 3. Orang yang berjamaah dalam keimanan, amal soleh dan takala saling menasehati sesama menjadi kunci agar tidak menjadi manusia yang merugi. Seperti dalam surat al-ashr. 4. Malaikat akan turun mendampingi orang-orang yang berjamaah dalam keimanan dan keistiqomahan, Qs 41:30. 5. Masuk sorga atau neraka dengan cara berkelompok/berjamaah tergantung kelompok yang diikuti selama di dunia, Qs 39 : 71 - 73. Jadi, hidup dalam keimanan dan beramal soleh menjadi kepastian harus secara berkelompok. Hanya saja kelompok manakah yang kita ikuti ada bbrp hal pertimbangan yang perlu dijadikan renungan. Perbedaan dalam kelompok yang diperbolehkan dan yang dilarang. 1. Perbedaan antar kelompok yang diperbolehkan (walau berbeda tetapi hakekatnya tetap sebagai bagian dari kesatuan Islam), yaitu dalam perbedaan : a. Perbedaan Mazhab fiqh dalam pengambilan hukum dan amal ibadah yang urusan furu'. Selama tidak menghalalkan yang haram atau sebaliknya dan menggugurkan yang wajib atau sebaliknya. Sehingga aliran fiqh ini hanya sebagai inovasi untuk pilihan mana yang paling mungkin dipraktekan setiap personal. b. Perbedaan strategi dan spesialisasi dalam beramal untuk mencapai kesempurnaan dalam ibadah, asalkan pemikiran baik visi dan misinya tidak merusak nilai aqidah dan ukhuwah, misal kelompok ekonomi, kelompok politik (partai), kelompok gerakan dakwah ada yang konsen ke nahi mungkar atau konsen ke masalah ibadah ruhiyah, konsen ke ibadah dzikir, ada juga yang menjadikan semua sisi kehidupan bermasyarakat bagian dari kerja dakwah, dll. 2. Perbedaan kelompok yang haram, jika perbedaannya dalam hal : a. Aqidah, merusak nilai keimanan dan kebenaran yang sudah permanen dalam Islam (tsawabit), misal : gerakan mengidolakan keluarga nabi dari nasab ali ra saja dan menyepelekan sahabat yang lain, gerakan yang menafsirkan syariat islam secara liberal berdasarkan pemikiran modernisasi dan kondisi teritorial. b.Perbedaan dengan Merusak tatacara ibadah yang sudah disepakati rukun, syarat, wajib dan haramnya dalam Ijma' Fiqh Islam, misalnya gerakan yang mewajibkan yang sunah ataupun mubah. Gerakan yang menambah-nambah ibadah sehingga dianggap suatu yang wajib dikerjakan padahal hanya bagian dari sarana kesempurnaan ibadah. c. Perbedaan dengan menggugurkan nilai ukhuwah islamiyah, sehingga antar satu kelompok dengan kelompok lain saling menghina, mencaci maki dan menganggap dirinya yang paling benar, padahal bisa jadi semuanya benar hanya berbeda dalam konsentrasi strategi dan sarana prasarana dakwahnya saja. Dengan demikian, kita harus cermat dalam memilih gerakan dan kelompok yang akan membawa kebaikan dan keburukan kita untuk di dunia dan akhirat sesuai dengan target dakwah yang seperti apa yang kita idamkan karena nanti sorga kita sangat tergantung dengan pilihan amal kerja kita . jika, jelas gerakan tersebut melakukan perbedaan dalam prinsip aqidah, hukum syariat dan merusak ukhuwah islamiyah sudah seharusnya kita jauhi. Namun jika kelompok pergerakan dakwah tersebut hanya berbeda dalam strategi pergerakan, target kesempurnaan dan beda konsentrasi segment amal maka kita harus ikuti mana yang paling memberikan energi positif untuk kehidupan kita beramal soleh, karena bisa jadi semua gerakan tersebut adalah bagian dari jamaah islam. Wallahu a'lam bish-shawab Wassalamu alaikum wr.wb. Nur Hamidah, Lc, MA |
MP3 Ceramah
Manajemen waktu